Waktu Evakuasi Korban Habis, Tim Hentikan Pencarian

Petrus - 20 April 2017
Anggota TNI yang diperbantukan dalam pencarian korban longsor Nganjuk (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tim Tanggap Darurat Bencana tanah Longsor Nganjuk memutuskan proses evakuasi korban berakhir pada Rabu (19/4/2017). Selama sepuluh hari pencarian korban oleh tim pencarian, masih juga belum bisa menemukan keberadaan lima orang yang dinyatakan hilang.

Lima korban hilang akibat terkena lonsor tebing lereng Gunung Wilis, tepatnya di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Komandan Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor, Letkol Arhanud Sri Rusyono mengatakan, pencarian yang dilakukan hingga Rabu masih belum menemukan hasil alias nihil, meski alat berat telah diturunkan ke lokasi bencana. Proses pencaria di hari terakhir hanya berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, karena cuaca sedang turun hujan di lokasi bencana.

“Selama proses pencarian berlangsung, pada pukul 15.00 WIB turun hujan, sehingga kita hentikan pencarian,” kata Sri Rusyono.

Sepanjang proses tanggap darurat berlangsung, seluruh tim yang terlibat sebanyak 500 personel. Mereka terbagi sesuai tugas dan divisinya masing-masing. Sementara untuk tim evakuasi menerjunkan 75 personel, karena sudah ada alat berat yang telah diterjunkan.

“Itu selama tujuh hari, dan kita laksanakan evaluasi. Kemudian selama evaluasi, kita datangkan keluarga korban dan kita laksanakan komunikasi. Keputusanya ditambah tiga hari. Jadi genap 10 hari. Ini adalah hari ke 10, jadi sudah habis waktunya,” ujarnya.

Meski masa evakuasi telah selesai, pihaknya akan tetap memanggil pihak keluarga korban untuk diberikan penjelasan. Sementara itu sambil menunggu waktu tanggap darurat habis, tim akan melaksanakan kegiatan pembersihan di lokasi, untuk mengurangi resiko yang lebih besar akibat banyaknya material longsoran yang belum dibersihkan.

“Kita sudah berupaya maksimal, semampu kita bahkan ada juga relawan dari luar daerah yang ikut membantu. Harapan Saya keluarga korban juga ikut menyadari dan mengikhlaskan, karena kita sudah berusaha untuk menemukan jenazah tetapi belum ada hasil,” lanjutnya.

Apabila dalam kegiatan pembersihan nantinya tim menemukan korban, pihaknya akan tetap melakukan evakusi. Sementara untuk alat berat akan tetap ditempatkan dilokasi, hingga masa darurat habis pada tanggal 22 April mendatang.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.