Wagub Jatim Minta Santri Harus Berakhlak, Cerdas dan Terampil

Petrus - 23 October 2017
Wagub Jatim Saifullah Yusuf menghadiri Resepsi Hari Santri di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional, setelah pada tahun 2016 lalu ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, peringatan hari bersejarah bagi para santri ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan santri dalam peran sertanya membangun Indonesia.

“Santri hari ini harus miliki jati diri yang berakhlak, cerdas, terampil dan santun antar sesama. Tidak ada gunanya memiliki kecerdasan namun tidak berakhlak,” ujar Saifullah Yusuf, saat menghadiri Resepsi Hari Santri di halaman Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Minggu (22/10) malam.

Saifullah Yusuf mengungkapkan, seorang santri harus memiliki kecerdasan secara lahir maupun batin, karena kecerdasan yang dimiliki oleh santri mutlak diperlukan agar tidak mudah teprovokasi.

“Santri hari ini harus memiliki kecerdasan dan memiliki akhlak yang positif, itu harus dimiliki agar tidak mudah terprovokasi dan mudah menerima berita yang tidak benar,” kata Gus Ipul, sapaam akrab Wakil Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, lanjut Gus Ipul, santri juga harus memiliki kecintaan akan tanah air yang tinggi, karena mencintai NKRI merupakan langkah final dan tidak perlu diperdebatkan.

“Tidak ada gunanya kita memiliki aqidah namun tidak punya negara. Sama halnya dengan negara yang ikut timbul semua,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Rois Amm PBNU Prof KH. Makruf Amin mengatakan, peran santri pada perjuangan kemerdekaan tahun 1945 memiliki arti penting dalam membela dan menjaga Indonesia.

“Peristiwa resolusi jihad memiliki peran penting dalam menjaga Indonesia dari penjajah,” kata Makruf Amin.

Tantangan negara Indonesia saat ini, tidak lagi dihadapkan pada bentuk penjajahan fisik, melainkan pada penjajahan non fisik. Tantangan sekarang terjadi dari kelompok yang tidak punya komitmen kebangsaan dan kenegaraan, yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain.

“Semoga santri kita akan mampu menghalau hal-hal yang merugikan NKRI,” tegas Ketua Umum MUI itu.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.