Wabup Banyuwangi Berangkatkan Relawan PMI ke Gunung Agung

Petrus - 10 December 2017
Tim Sukarelewan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi siap diberangkatkan ke lokasi bencana erupsi Gunung Agung di Bali (Foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko melepas keberangkatan Tim Sukarelewan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi, untuk pengungsi erupsi Gunung Agung, Bali. Tim yang berjumlah enam orang dilepas Wakil Bupati Yusuf dari Kantor PMI Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (9/12/2017)

Keenam personel yang terdiri dari, dokter, perawat, dan 4 tenaga sukarelawan ini akan berada di Bali selama satu Minggu, mulai 9-16 Desember 2017. Mereka berangkat ke Bali menggunakan dua unit mobil operasional yang dilengkapi dengan peralatan medis.

Wabup Banyuwangi Yusuf yang juga Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi mengatakan, pengiriman relawan hari ini untuk membantu masyarakat di pengungsian, untuk antisipasi erupsi Gunung Agung khusus untuk pelayanan kesehatan.

Tim sukarelawan ini, kata Yusuf, merupakan tenaga medis yang terlatih dan sudah terbiasa melayani korban bencana. Selama bertugas mereka dilengkapi perlatan medis, sesuai kebutuhan pengobatan dan obat-obatan.

“Dengan berangkatnya tim ini, harapannya bisa membantu memberikan pengobatan yang dibutuhkan oleh masyarakat Bali. Karena itu, kami minta tim ini harus kompak dan bersatu saat memberikan pelayanan. Berikan pelayanan yang terbaik. Kalau kesulitan segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan ataupun dengan PMI terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Nurhadi menambahkan, tim kemanusiaan yang dikirim PMI ini berjumlah dua tim dan akan berada di Bali selama dua Minggu, 9-24 Desember 2017. Yang pertama, tim yang diberangkatkan hari ini akan berada di Bali mulai 9-16 Desember 2017. Tim kedua akan menyusul pada 17-24 Desember 2017.

Masing-masing tim terdiri dari 6 personel, yaitu satu dokter, satu perawat, 5 korps suka relawan (KSR) yang memiliki ketrampilan dibidang pertolongan pertama, perawatan keluarga dan shelter mendirikan kemah. Khusus untuk tenaga dokter, kata Nurhadi, PMI akan mengirimkan tujuh dokter selama berada disana.

“Dokter-dokter ini akan dikirim secara bergilir dua hari sekali. Jadi tiap dua hari sekali dokter akan diroling untuk pergi ke sana,”terangnya.

Lokasi yang akan digunakan selama bertugas tim ini, imbuh Nurhadi, ada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, daerah yang ditetapkan untuk tempat pengungsian.

“Selama disana mereka tidak sekedar memeriksa, namun juga langsung memberikan pengobatan kepada warga,” katanya.

Sampai sekarang, jumlah pengungsi yang ada di Kecamatan Rendang diperkirakan mencapai 6.000 jiwa.

“Para pengungsi ini dindikasi, rata-rata menderita sakit infeksi saluran pernafasan (ISPA), penyakit kulit dan gatal-gatal,” pungkas Nurhadi.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.