UPP Saber Pungli Jawa Timur OTT Oknum LSM di Bondowoso

Yovie Wicaksono - 29 November 2018
SR, Bondowoso – UPP Saber Pungli Polda Jawa Timur telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku tindak pidana pungli, berupa pemerasan yang dilakukan oleh oknum LSM terhadap Kepala Desa di wilayah Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Dalam OTT ini, satu orang telah diamankan bernama Ahroji.

“Pada hari Jumat kemarin tepatnya tanggal 23 Nopember 2018 sekitar pukul 15.30 WIB, tim UPP Saber Pungli Polda Jatim telah melakukan OTT terhadap pelaku tindak pidana pungutan liar berupa pemerasan yang dilakukan oleh Oknum LSM terhadap kepala desa di wilayah kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso,” ujar Irwasda Polda Jatim, Kombes Sutardjo, Kamis (29/11/2018).

Sutardjo memaparkan kronologis kejadian OTT, sekitar bulan Oktober 2018 korban bernama Eksan yang merupakan Kepala Desa Bajuran, Kabupaten Bondowoso, ditelepon oleh pelaku sebagai Bupati LSM LIRA terkait adanya penyalahgunaan dana desa tahun 2018 beberapa desa di wilayah Kecamatan Cermee. Dikatakan, supaya tidak sampai ramai dan dilaporkan kemana-mana, pelaku meminta uang sebesar Rp. 10 juta.

“Korban merasa keberatan dan merasa tertekan hingga setelah dilakukan pembicaraan, terlapor akhirnya mematok permintaan keuangan senilai Rp. 5 juta per desa, hingga korban selaku koordinator desa di wilayah Kecamatan Cermee diminta terlapor untuk berkoordinasi kepada seluruh Kades agar bersedia menyerahkan keuangan yang dimintanya sebagai kompensasi ‘keamanan’, sehingg hasil investigasi yang dilakukan terlapor tidak akan diproses kepada pihak aparat penegak hukum,” kata Sutardjo.

Dari 8 desa di wilayah Kecamatan Cermee dengan terpaksa menuruti keinginan terlapor untuk menyerahkan uang Rp. 5 juta per desa sebagaimana permintaan terlapor, yang akhirnya terkumpul uang senilai Rp. 40 juta pada korban selaku koordinator Kades Cermee. Karena korban merasa diperas memberikan, maka korban melaporkannya ke Polres Bondowoso sehingga pelaku dapat tertangkap tangan pada hari Jumat, 23 Nopember 2018 sekitar jam 15.30 WIB di Warung Makan LISA, Jalan Raya Situbondo Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu dengan menakut-nakuti dan meminta secara paksa korban untuk memberikan sejumlah uang, agar perkara adanya penyalahgunaan dana desa yang merupakan hasil investigasi pada LSM LIRA yang dipimpinnya (sebagai Bupati LIRA) tidak di proses atau tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum, dan korban akan aman tidak diganggu atas pelaksanaan program kegiatan Dana Desa tersebut,” kata Sutardjo.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol Widiyanto Poesoko mengatakan, Satgas Saber Pungli terus berkomitmen untuk memberantas pungli di semua lini. Sehingga masyarakat dapat terbebas dari praktek pungli yang kerap merugikan mereka.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, kami ingin mengimplementasikan moto promoter yang dicanangkan oleh Kapolri. Oleh karena itu, kami terus bergerak untuk mencegah terjadinya pungli di semua lini,” kata Widi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.