Uniknya Situs Goa Tabuhan Miliki Gamelan Batu

Petrus - 12 November 2017
Pintu masuk goa Tabuhan (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Pacitan – Berwisata ke Pacitan tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi goa. Kota yang memiliki tagline ‘Kota 1001 Goa’ ini memang menyuguhkan wisata goa. Salah satunya Goa Tabuhan, goa yang memiliki keunikan dimana stalaktit dan stalaknitnya bisa mengeluarkan musik jika ditabuh.

Pemandu wisata goa Tabuhan, Sumaryo (66 tahun) saat ditemui menuturkan, goa ini memang memiliki keunikan, batuan yang ada di dalam goa bisa mengeluarkan suara. Jika dipukul oleh pemusik, bisa menghasilkan alunan musik yang indah.

“Biasanya akhir pekan wisatawan membludak, ada pemain musik yang tampil membawakan lima lagu selama 20 menit,” terangnya saat ditemui di lokasi, Minggu (12/11/2017).

Kalau langsung ingin melihat pertunjukan musik, pengunjung bisa langsung membayar Rp .150 ribu. Selain stalaknit dan stalaktit yang bisa mengeluarkan bunyi saat ditabuh, goa ini juga pernah dijadikan tempat pertapaan oleh Sentot Prawirodirjo.

“Beliau merupakan panglima di zaman perang Diponegoro sekitar tahun 1825-1830,” ujarnya.

Berjarak 30 km dari pusat kota, tempat ini bisa dengan mudah ditemui. Banyaknya petunjuk arah serta akses jalan yang mulus membuat jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahunnya.

Goa yang dibuka sejak tahun 1995 ini, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara. Harga tiketnya pun terjangkau, untuk dewasa dikenakan tarif Rp. 5 ribu, anak-anak Rp. 3 ribu dan wisatawan mancanegara Rp. 10 ribu.

“Kalau akhir pekan tambah Rp 3 ribu,” imbuhnya.

Suasana di dalam goa Tabuhan (foto : Superradio/Gayuh Satria)

 

Selain bisa menikmati tabuhan, wisatawan juga bisa menjelajah kedalaman goa dengan menyewa tour guide dengan bayaran sukarela. Warga sekitar, terutama Sumaryo bahkan sejak awal dibukanya goa ini sebagai tempat wisata, telah menjadi tour guide atau pemandu wisata.

“Wisatawan sukarela bayarnya, kami tidak mematok harga,” tuturnya.

Berbagai fasilitas juga dipersiapkan oleh dinas terkait, mulai dari area parkir yang luas, tempat duduk, serta musholla lengkap dengan kamar mandi.

Sebelum memasuki goa, pengunjung bisa menaiki anak tangga semen rapi. Sesampainya di pintu goa yang lebar, tumpukan stalaktit dan stalaknit langsung menyambut.

“Rata-rata stalaktit dan stalaknit ini panjangnya 7 meter dan lebar 1 meter, mirip seperti tiang penyangga goa,” jelasnya.

Kawasan ini juga masuk dalam cagar budaya yang dilindungi sejak tahun 1992, karena pernah ditemukannya arkeologi tulang manusia purba, sehingga goa ini dijaga dan dikelola oleh dinas terkait.

“Pengunjung juga bisa swafoto bebas disini tanpa dipungut biaya,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.