UNAIR Dorong Sinergitas Triple Helix

Yovie Wicaksono - 4 February 2017
Rektor Universitas Airlanggga (UNAIR) Surabaya, M. Nasih. (Foto : Humas UNAIR)

SR, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya akan mendorong sinergitas antara akademisi, industri dan pemerintah (triple helix). Melalui sinergitas ini diharapkan bisa menekan angka penggangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Rektor UNAIR, M. Nasih mengatakan, salah satu cara melakukan sinergitas adalah melakukan integrasi antar lembaga riset. Tujuannya adalah keterpakaian riset yang dihasilkan peneliti di perguruan tinggi dapat dihilirisasi oleh industri-industri.

Ia mencontohkan, di luar negeri, triple helix bisa bersinergi sehingga hasil-hasil riset digunakan oleh industri. Sebaliknya, di Indonesia, hasil riset masih banyak yang bermuara pada publikasi.

“Padahal tujuannya kita melakukan riset adalah untuk menggantikan produk-produk yang kita ekspor, dan digunakan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Nasih, Sabtu (4/2/2017).

Menurut Nasih, agar hilirisasi terjadi, industrialisasi juga harus berkembang. Industri berbasis pemanfaatan sumber daya alam (SDA) juga perlu didorong karena masih banyak potensi SDA yang bisa dimanfaatkan.

Selama ini, kalangan perguruan tinggi telah memanfaatkan potensi SDA dalam kegiatan risetnya, termasuk di UNAIR. Di kampus ini, peneliti di kedokteran dan farmasi sudah memanfaatkan SDA di Indonesia untuk membuat obat-obatan.

Obat-obatan yang telah dikembangkan oleh peneliti UNAIR di antaranya pil KB untuk pria, obat untuk kanker payudara berbahan daun sambiloto, hingga vaksin untuk virus fli burung.

“Di UNAIR sudah melakukan riset-riset. Kita (Institute of Tropical Disease) mendapat penghargaan Pusat Unggulan IPTEK bidang kesehatan dan obat-obatan. Kita mendorong produk asli Indonesia dengan bahan baku asli Indonesia,” terangnya.

Di bidang kedokteran hewan, pada November tahun lalu, peneliti UNAIR diminta oleh Menteri Pertanian untuk memproduksi semen beku sebanyak 20 ribu dosis agar kebutuhan protein hewani dalan negeri bisa tercukupi.

“Dengan adanya, banyak riset unggulan yang telah dikembangkan para peneliti, UNAIR siap bekerja sama untuk bersinergi dengan pihak industri dan pemerintah,” cetus Nasih. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.