Uang Dari Sampah Untuk Rekreasi

Petrus - 30 April 2018
Warga Kelurahan Gading menimbang sampah yang telah dipilah di bank sampah euphorbia (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Keberadaan sampah seringkali menjadi persoalan serius masyarakat, karena dapat menjadi sumber penyakit dan beban biaya bagi pemerintah untuk mengolahnya. Namun, ditangan warga RT.01 RW.08, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, sampah dapat digunakan sebagai biaya rekreasi.

Ketua RT.01 RW.08 Kelurahan Gading, Sudarto mengatakan, Bank Sampah Euphorbia (BSE) yang berdiri sejak 2010, beranggotakan 50 orang  dari total 75 KK (Kartu Keluarga) yang tergagung sebagai anggota.

“Setiap bulannya masing-masing warga akan mendatangi BSE, untuk menyetorkan sampah dari limbah rumah tangganya,” kata Sudarto.

Warga anggota bank sampah menyetor sampahnya setelah sebelumnya memilah menjadi sampah kering dan basah. Sampah kering itu yang disetor ke Bank Sampah Euphorbia.

“Sedangkan sampah basah, kita jadikan sebagai pupuk komposting,” ujar Sudarto.

Sampah kering yang disetor itu kemudian dihargai dengan nilai uang tertentu sesuai beratnya, yang nilai itu tercatat di buku tabungan masing-masing anggota.

“Ada yang dapat 30 ribu, ada yang 70 ribu. Berapa rupiah tergantung dari rajinnya warga mengumpulkan sampah. Hasil itu yang ditabung untuk biaya rekreasi warga,” lanjut Sudarto.

Menurut Sudarto, hasil tabungan dari bank sampah setiap bulannya diperkirakan mencapai rata-rata Rp. 850 ribu. Dalam satu tahun bila ditotal mencapai lebuh dari Rp. 10 juta. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Bank Sampah Euphorbia telah menjadi solusi alternatif pemasukan ekonomi warga.

“Dulu sebelum ada bank sampah, pembuangan sampah bisa mencapai satu minggu dua kali. Sedangkan sekarang, seminggu satu kali dan itupun tidak sampai penuh satu gledek,” ujarnya.

Keberadaan bank sampah ini, lanjut Sudarto, dapat dijadikan sarana menggugah kesadaran warga, agar mau memilah dan mengumpulkan sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

“Barusan dilaksanakan tur ke Jogja oleh anggota bank sampah, Insya Allah tahun depan kita akan mengadakan tur lagi,” imbuhnya.

Pada even penghargaan Surabaya Green and Clean tahun 2013, Bank Sampah Euphorbia pernah meraih penghargaan Best of The Best, yang menjadi motivasi warga untuk melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah rumah tangga.

“Alhamdulillah, warga sekarang sudah semakin sadar akan pentingnya mengolah sampah. Harapannya, kalau bisa seluruh kampung mengadakan pemilahan sampah seperti ini,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.