Tragedi Longsor Ponorogo Akibat Alih Fungsi Hutan

Yovie Wicaksono - 3 April 2017
Ilustrasi. Pencarian Korban Longsor Ponorogo Terus Dilakukan Oleh Tim Gabungan BPBD, BPNP dan TNI. (Foto : Superradio/Sugeng Harianto)

SR, Ponorogo – Tragedi tanah longsor Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur disebabkan kondisi hutan yang beralih fungsi.

Anggota komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo, Budi Purnomo mengatakan, untuk daerah pegunungan pemerintah bisa mengajak masyarakat menanam tanaman tegakan atau tahunan yang produktif seperti kopi dan tanaman lainnya, sehingga ada keseimbangan antara aspek lingkungan dan ekonomi.

“Hutan itu hutan rakyat yang beralih jadi lahan pertanian holtikultura sehingga sangat minim tegakannya atau kayu hutan nya, saya berharap pemerintah bisa melaksanakannya”, ujarnya, Senin (3/4/2017).

Budi menambahkan pihakmnya akan segera mengusulkan ke pemerintah kabupaten Ponorogo lewat bupati untuk mengembalikan hutan sesuai fungsinya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi saat dihubungi Superradio mengatakan hingga saat ini tim relawan Tagana BPNP serta BPBD gabungan TNI, Polri dan Pemkab Ponorogo masih melakukan upaya evakuasi terhadao 26 korban yang tertimbun tanah longsor.

Data terakhir  menyebutkan baru 2 jenazah di temukan, yakni Katinem (70) dan Iwan (27) nenek dan cucu warga RT 2 RW 1 Dusun Tangkil Desa Banaran. Kedua korban di temukan kemarin siang.

“Data nasih sama kemarin baru dua korban ditemukan, dari total korban hilang 28 orang. Pagi ini terus pencarian”, jelas Suryo. (sh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.