TNI Diyakini Akan Jadi Angkatan Bersenjata yang Disegani Negara Lain

Petrus - 7 October 2017
Presiden Jokowi didampingi panglima TNI jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri jenderal polisi Tito Karnavian saat berjalan kaki menuju lapangan upacara di Cilegon Banten (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Banten – Tentara Nasional Indonesia diyakini akan menjadi angkata bersenjata yang disegani oleh negara-negara lain, karena akan menjadi besar di regional dan di Asia. Demikian ‎pidato Presiden Joko Widodo saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

“Dengan penuh keyakinan saya percaya bahwa TNI akan selalu yang pertama, yang terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan ucapan terimakasih atas profesionalisme TNI yang terus meningkat, dan komitmen seluruh jajaran TNI dalam memegang teguh sumpah prajurit.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas-tugas berat yang penuh resiko, dan terimakasih yang sebesar-besanya atas peran sentral TNI dalam menjaga NKRI, menjaga Pancasila dan menjaga kewibawaan negara,” kata Jokowi.

Presiden mengingatkan mengenai pesan Jenderal Besar Soedirman tentang jati diri TNI, bahwa politik tentara adalah politik negara, politik TNI adalah politik ne‎gara, dan loyalitas tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dikatakan oleh Jokowi, politik dan loyalitas kepada bangsa dan negara berarti kesetiaan memperjuangkan kepentingan rakyat, kesetiaan menjaga keutuhan wilayah dan persatuan NKRI, serta kesetiaan kepada pemerintah yang sah.

“TNI adalah milik nasional yang berada diatas semua golongan, yang tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit, dan tidak masuk ke kancah politik praktis, yang selalu menjamin netralitas politik di era demokrasi sekarang ini, yang selalu menjamin keutuhan wilayah nasional, dan membangun persatuan serta solidaritas antar anak bangsa, antara komponen bangsa,” kata Jokowi.

Ia mengaku  bangga dan terkesima mendengarkan sumpah prajurit untuk setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tunduk kepada hukum dan memegang prinsip keprajuritan, taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau keputusan, menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentara dan NKRI, dan memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya. Hal ini menurut Presiden, adalah sumpah yang membanggakan karena betapa besar komitmen dan dedikasi prajurit TNI untuk bangsa dan negara, yang membawa kemuliaan negara, kemuliaan bangsa Indonesia.

“Pondasi itulah yang harus dipegang teguh oleh institusi TNI dan oleh prajurit TNI, pondasi itulah yang patut diteladani oleh seluruh rakyat Indonesia, pondasi itulah yang membuat kita kokoh berdiri menghadapi gelombang zaman yang sering bergolak, pondasi itulah yang memperkokoh indonesia dalam menghadapi dan memenangkan persaingan global,” kata Jokowi.

Jokowi meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk terus waspada terhadap upaya dari luar yang merongrong keutuhan wilayah Indonesia. Dikatakan, semua masyarakat Indonesia harus waspada terhadap rongrongan dari dalam yang mengganggu Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dan juga harus waspada terhadap peperangan nyata dibidang ekonomi, di era perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang maha cepat sekarang ini.

“Tidak ada jalan lain bahwa kita harus bergegas membangun pondasi ekonomi nasional kita, harus Indonesia sentris, sebagaimana tuntutan doktrin pertahanan semesta yang dipegang teguh oleh TNI, harus menjaga stabilitas politik dan keamanan, harus menumbuhkan kepercayaan masyarakat Internasional terhadap negara kita Indonesia,” kata Jokowi.

“Dalam dunia yang semakin transparan ini, tidak ada lagi yang bisa kita tutup-tutupi, kejadian sekecil apapun di sudut negeri ini akan terberitakan sampai mancanegara. Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus memberikan pesan bahwa indonesia adalah negara yang stabil, sinergi antara TNI dengan institusi lain dalam pemerintahan, dan dengan seluruh komponen anak bangsa adalah mutlak, adalah wajib untuk dijaga dan ditingkatkan,” lanjutnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.