TNI AD Perbaiki 100 Rumah Warga di Lereng Gunung Wilis

Petrus - 23 September 2018
SR, Kediri – Ratusan Prajurit TNI AD dari Kodim 0809 Kediri dilibatkan dalam kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103, untuk membantu perbaikan rumah warga yang tinggal di lerang Gunung Wilis, Kabupaten Kediri.
Tidak hanya rumah warga, perbaikan juga difokuskan pada infrastruktur jalan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Jugo dan Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Menurut Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, rumah warga yang rusak dan harus dilakukan perbaikan berjumlah seratus rumah.
“Sasaranya ada dua, fisik dan non-fisik. Kalau untuk fisik, pembangunan berupa semenisasi jalan yang menghubungkan Desa Jugo dan Desa Blimbing. Kemudian untuk perumahannya, fisik sejumlah 100 rumah, 50 di Desa Blimbing, 50 di Desa Jugo,” kata Dwi Agung, Sabtu (22/9/2018).
Sementara untuk kegiatan non fisik, di Emplementasikan berupa penyuluhan dan pembekalan keterampilan kepada warga, yang secara teknis dilaksanakan oleh dinas terkait.
“itu seperti dari Dinas Kesehatan tentang masalah KB, kemudian pertanian masalah cocok tanam, penyuluhan hukum dan lain sebagainya,” urainya.
Dwi Agung menambahkan, tujuan dari kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya untuk meringankan beban warga yang memiliki tempat tinggal tidak layak, di lereng Gunung Wilis.
Sementara itu, Kepala Desa Blimbing Djaoeri mengatakan, yang menjadi proritas dalam perbaikan rumah warga diutamakan untuk warga yang kurang mampu yang tempat tinggalnya memang kurang layak huni. Secara umum, warga yang tinggal di Desa Blimbing bekerja sebagai petani dan buruh tani, dengan pendidikan rata-rata setingkat SD dan SMP.
“Dari laporan masyarakat dan musyawarah kemarin, banyak warga yang tidak memiliki jamban permanen, sekitar 40 persen,” ujarnya.
Mesiyah (70), warga Desa Blimbing mengaku sangat terbantu, dengan adanya Program Tentara Manunggal Membangun Desa. Ia berharap rumahnya segera direnovasi, karena selama ini ia tinggal bersama suami yang sedang sering  sakit dan sudah tidak bekerja lagi.
“Atap genting rumah sudah tidak utuh, kami bingung kalau hujan bagaimana. Apalagi kalau malam pasti kedinginan,” tuturnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.