TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Gelar Solidaritas Bagi Korban Gempa

Petrus - 18 October 2018

SR, Jakarta – Penggalan bait lagu ini menggema saat malam solidaritas untuk korban bencana di NTB dan Sulteng, Rabu (17/10/2018), di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta.

“Ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati…”

Bait pertama lagu ‘Sajadah Panjang’ yang dinyanyikan Samsudin Hardjakusumah alias Sam Bimbo ini menjadi refleksi bersama, atas musibah yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Lagu ciptaan Bimbo pada 1984 dengan lirik dari puisi sastrawan Taufik Ismail ini, seakan mengajak 500 orang yang hadir di acara ‘Kita Hadir untuk NTB dan Sulteng’ menyelaraskan hati dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Acara malam solidaritas dikemas dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya, untuk menumbuhkan simpati sekaligus memotivasi para korban bencana agar segera bangkit.

“Doa dan dukungan nyata menjadi hal yang sangat dibutuhkan sekarang ini oleh para korban bencana,” kata Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir.

TKN Jokowi-Amin menggalang solidaritas bagi korban bencana, untuk mengurangi kesedihan dan penderitaan rakyat yang mengalami bencana di dua provinsi ini. Sekaligus mengajak masyarakat NTB dan Sulteng agar kembali optimistis, bangkit dan tidak merasa berjalan sendiri.

Erick menegaskan, besarnya perhatian Jokowi pada korban bencana di NTB dan Sulteng, telah ditunjukkan dalam setiap kunjungannya selaku Presiden.

“Presiden Jokowi dalam rentang satu minggu sudah dua kali terbang ke Sulawesi Tengah, untuk memastikan peran pemerintah memberikan pelayanan dengan baik. Hati Jokowi ada di rakyat,” kata Erick.

Khusus pada bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, Presiden Jokowi tercatat sudah tiga kali ke Lombok dan Sumbawa, pasca gempa pertama terjadi. Ditambah kedatangan pada Kamis, 18 Oktober 2018, merupakan kunjungan keempat Presiden Jokowi ke NTB dalam tiga bulan terakhir.

Visualisasi kondisi daerah terdampak bencana diputar di layar lebar Usmar Ismail, dan membuat hadirin seperti merasakan langsung situasi bencana di Palu dan Lombok.

 

Misalnya, tampak foto seorang anak kecil yang memegang karton bertuliskan ‘Kami Butuh Bantuan Pak Jokowi’ berdiri di antara reruntuhan bangunan akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi. Anak itu seolah percaya, Jokowi adalah orang tuanya, yang segera datang untuk menolong dengan segala daya upaya dalam kesusahan.

Melalui tayangan video, KH Ma’ruf Amin hadir mengutip Al Quran Surat At Taubah:51, “Qul la yusibana illa ma kataballahu lana, tidak menimpa kami kecuali apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Karena itu, terimalah ujian dan cobaan ini dengan rasa ikhlas.”

Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak sekadar berbelasungkawa, tapi membantu dengan apa yang kita miliki.

“Mudah-mudahan sumbangan kita memberikan harapan dan semangat, agar saudara dan anak-anak kita bisa tumbuh kembali sebagai bangsa yang tegar,” ungkap Ma’ruf yang kemudian memimpin doa, agar warga NTB dan Sulteng kuat menghadapi ujian ini.

Selain Bimbo, malam ekspresi bertajuk ‘Doa Merajut Rasa Kemanusiaan Melalui Seni dan Budaya’ juga menghadirkan Christine Hakim yang membacakan puisi ‘Makna Sebuah Titipan’ karya WS Rendra.

Ada juga penyanyi seriosa muda Putri Ayu Silaen yang membawakan dua lagu Ebiet G. Ade, pembacaan sajak ‘Selalu Hidup’ karya Sutan Takdir Alisjahbana oleh Deddy Mizwar, serta penampilan Endah Laras, dan pemain harpa Ussy Pieters.

Optimisme kebangkian Indonesia melewati badai bencana ditutup dengan lagu ‘Indonesia Jaya’ serta ‘Tanah Airku’ yang dibawakan sang ‘macan festival’ Harvey Malaiholo.

Malam ekspresi solidaritas ini dihadiri Sekretaris TKN Hasto Kristianto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Hadir pula beberapa Menteri Kabinet Kerja seperti Menko PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Desa Eko Putro Sandjojo.

“Walaupun di acara ini tidak ada penggalangan dana secara langsung, namun bagi siapa saja yang ingin memberikan sumbangan bagi korban bencana di NTB dan Sulteng, dapat mengirimkannya melalui beberapa nomor rekening yang ada,” kata Direktur Program dan Kampanye TKN Aria Bima.

Nomor-nomor rekening yang terpampang di layar raksasa itu yakni MetroTV Peduli Rek. BCA 309.500.6005, MNC Peduli Rek. MNC Bank 100.01.00000.9751.7, TvOne Peduli Rek. Mandiri 133000656868 dan BRI Peduli di Rekening BRI 0052-01-111479-50-7.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.