Tiga Tahun Berjalan, Satgas Saber Pungli Lakukan 7.439 OTT

Petrus - 17 October 2018

SR, Jakarta – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) melakukan rapat evaluasi bulanan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (17/10/2018). Dalam rapat itu, terdapat sejumlah hal yang dilaporkan terkait kegiatan yang telah dilaksanakan Satgas Saber Pungli.

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli, Komjen Putut Eko Bayu Seno menyampaikan, sampai saat ini Satgas Saber Pungli telah menerima laporan pengaduan dari periode 28 Oktober 2016 sampai 15 Oktober 2018 sebanyak 36.427 laporan atau pengaduan. Rinciannya yaitu laporan melalui SMS 1193 sebanyak 23.440, email 661, aplikasi website 2.877, call center 193 sebanyak 2.325, melalui surat 965, dan laporan secara langsung 179 pengaduan.

Dari laporan pengaduan itu, masalah yang paling banyak dilaporkan yaitu terkait pelayanan masyarakat (50 persen), pendidikan (20 persen), hukum (8 perseb), perizinan, kepegawaian, pengadaan barang dan jasa, dan lain-lain masing-masing (5 persen).

“Instansi yang paling banyak dilaporkan adalah Kemendagri, Kemendibud, Polri, Kemenhub dan Kementerian ATR/BPN. Untuk daerah yang banyak dilaporkan oleh masyarakat adalah provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten dan Sumatera Utara,” kata Putut.

Sementara itu, laporan pengaduan masyarakat sampai September 2018, telah dilaksanakan pemilahan terhadap laporan pengaduan masyarakat yang telah masuk, dengan rincian laporan pengaduan yang tidak dapat ditindak lanjuti menjadi kasus sebanyak 13,135, laporan, yang dapat ditindak lanjuti menjadi kasus 12.372, dan laporan yang kemudian telah dilakukan pendistribusian untuk dtangani oleh UPP dan Pokja sebanyak 1.115 laporan.

“Satgas Saber Pungli dan UPP saat ini yang sudah terbentuk sebanyak 566, dengan rincian Satgas Pusat 1, Kementerian dan Lembaga baru 36 dari yang seharusnya 84, provinsi 34, kabupaten/ kota 496,” kata Putut.

Putut mengatakan, kelompok kerja intelijen telah melakukan kegiatan penyelidikan pungli yang dilaksanakan oleh Satgas Saber Pungli pusat sebanyak 6 kali. Kemudian, kegiatan penyelidikan dugaan pungli yang dilakukan oleh UPP Kementerian/Lembaga dan daerah sebanyak 1153 kali.

“Kegiatan kelompok kerja pencegahan, Satgas Pungli pusat telah melaksanakan 43 kali sosialisasi pencegahan pungli, sedangkan UPP Kementerian/Lembaga dan daerah sangat masif sekali, tiap hari melaksanakan kegiatan sosialisasi, sehingga sampai saat ini sebanyak 239.024 kali sosialisasi pencegahan pungli,” kata Putut.

Untuk pokja penindakan Satgas, UPP Kementerian/Lembaga dan daerah telah melaksanakan 7.439 kegiatan operasi tangkap tangan (OTT), dengan jumlah tersangka sebanyak 12.146 orang.

Rinciannya yaitu tindak lanjut penanganan proses lidik/ sidik sebanyak 3.191 kasus, P19 40 kasus, P21 286 kasus, tahap penuntutan 3 kasus, dilaksanakan sidang 66 kasus, sudah divonis 160 kasus, SP3 28 kasus, dan 3.665 kasus diserahkan kepada instansi terkait untuk dilakukan penindakan secara internal.

“Dari apa yang telah dilakukan Pokja Penindakan, jumlah barang bukti hasil OTT di seluruh Indonesia sebanyak Rp. 320.383.285.082,00. Nilai perolehan terbesar pada UPP Kaltim yaitu Rp 298,6 miliar, dan paling kecil yaitu UPP Kalimantan Utara sebanyak Rp. 32 juta lebih,” kata Putut.

Untuk kelompok yustisi, kegiatan asistensi penanganan perkara pungli yang dilaksanakan oleh Satgas Saber Pungli sebanyak 3 kali. Kemudian kegiatan asistensi penangan perkara pungli yang dilakukan sebanyak 1.384.

“Ke depan, upaya-upaya yang akan kami lakukan adalah penataan dan memaksimalkan personil yang ada di  setiap kegiatan, memaksimalkan koordinasi melalui sarana komunikasi dan pemanfaatan saran sistem TIK yang tersedia, memaksimalkan program kegiatan Satgas Saber Pungli tahun 2018, memanfaatkan sarana dan prasarana infrastruktur sistem di Kemenko Polhukam yang ada, mensinergikan Satgas pusat dan daerah bersama instansi terkait, dalam mewujudkan sistem pencegahan pungli,” kata Putut.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.