Tanah Retak Rawan Longsor Terjadi Lagi di Ponorogo

Petrus - 7 April 2017
Ilustrasi.Bencana tanah longsor di Ponorogo (foto : Superradio)

SR, Ponorogo  – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung belum juga teratasi seluruhnya, kali ini terjadi retakan tanah di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Retakan diperkirakan terjadi di area seluas kurang lebih 10 hektar. Desa Dayakan terletak sekitar 39 kilometer arah barat Ponorogo, sedangkan bencana longsor di Desa Banaran terletak sekitar 40 kilometer arah timur Ponorogo.

Dikatakan oleh AKBP Suryo Sudarmadi, retakan yang terjadi diperkirakan berdampak pada rumah warga yang dihuni 296 jiwa dan 78 kepala keluarga, karena kawasan itu rawan terkena longsor. Kepolisian melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, serta melakukan upaya antisipasi bila longsor terjadi sewaktu-waktu.

“Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, guna penyiapan sarana dan prasarana yang di perlukan, termasuk menyiapkan personel untuk mengantisipasi apabila sewaktu waktu terjadi longsor,” jelas Suryo.

Saat ini sebagian warga telah dievakuasi ke tempat yang aman seperti di Dusun Watu Agung, di luar kawasan yang tanahnya retak dan rawan longsor.

Pemprov Jawa Timur Dirikan Tenda Pengungsian

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mendirikan tenda pengungsian di Desa Dayakan, Kec. Badegan, yang tanahnya retak. Selain itu Pemprov Jawa Timur juga memberikan pendampingan kesehatan dari Puskesmas terdekat, serta menyuplai makanan bagi masyarakat yang mengungsi di rumah penduduk. Antisipasi juga dilakukan oleh warga dan perangkat desa, dengan menyiarkan himbauan melalui pengeras suara masjid dan mushola.

Langkah itu dilakukan, untuk mengantisipasi korban jiwa bila longsor terjadi sewaktu-waktu. BPBD Provinsi Jawa Timur menyebut keretakan tanah selebar 30 cm pada Rabu (5/4/2017) yang terjadi di ketinggian bukit 300 meter. Pada Kamis (6/4/2017) sore terjadi lagi keretakan tanah selebar 1 meter dengan kedalaman 3 meter. Lokasi tanah retak berjarak 3 km dari balai desa tempat pengungsian.

“Warga trauma terhadap kejadian longsor yang mengakibatkan korban jiwa di Ds. Banaran Kec. Pulung. Selain itu, warga juga takut terhadap retakannya tanah,” ujar Kepala BPBD Jawa Timur Sudarmawan.(sh/ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.