Taman Teknologi Pertanian Gresik, Upaya Pemerintah Majukan Sektor Pertanian

Petrus - 8 August 2018
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Jawa Timur menghadiri Launching TTP di Kabupaten Gresik (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Gresik – Menteri Pertanian Ri Andi Amran Sulaiman menghadiri Launching Penyerahan  Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kabupaten Gresik oleh Menteri Pertanian kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupatem Gresik, Rabu (8/8/2018). Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian bersama Gubernur Jawa menanam bibit mangga off-season yang merupakan salah satu unggulan TTP Kabupaten Gresik.

Amran Sulaiman mengatakan, kehadiran Taman Teknologi Pertanian (TTP) ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memajukan pertanian. Terlebih, sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang terbesar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Capaian hasil pertanian kita saat ini sudah sangat meningkat, bahkan beberapa sudah diekspor. Indonesia bisa dikatakan sudah swasembada protein,” kata Amran.

Dikatakan oleh Amran, pertanian Indonesia telah diakui di skala internasional, dan berada di urutan ke 16 level dunia. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras petani telah berhasil membuahkan prestasi, khususnya untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah lanjutnya dipastikan akan terus mendukung petani, dengan membuat kebijakan berupa Peraturan Presiden (Perpres) maupun pada sisi anggaran lewat APBN.

“Sebenarnya yang dibutuhkan petani bukan anggaran, tapi kepastian bahwa mereka bisa diuntungkan. Selain dukungan dari pemerintah, petani juga harus ikut di proses produksinya,” ujar Amran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap, kehadiran Taman Teknologi Pertanian (TTP) khususnya pada proses produksi atau off-farmnya dapat dimanfaatkan oleh semua petani. Selama ini petani secara umum melakukan usaha tani hanya sebatas on-farm saja, sedangkan off-farm banyak dilakukan pelaku industri.

“Permasalahan petani yang utama yakni di off-farmnya, karenanya saya menyambut baik TTP karena ada proses produksi di dalamnya. Proses produksi ini nantinya jangan hanya untuk Gresik tapi juga untuk daerah sekitarnya, seperti Lamongan dan Tuban,” kata Soekarwo.

Soekarwo menerangkan, jumlah penduduk Jawa Timur yang bekerja di bidang pertanian mencapai 30 persen, namun off-farmnya hanya 13 persen. Maka, jika petani ingin mendapat nilai tambah maka proses off-farmnya adalah pada produksi. Pemerintah mendukung dengan membuat kebijakan yang memberi kemudahan penguatan modal bagi petani atau peternak.

“Jangan hanya jualan gabah kering panen, tapi harus sudah jadi beras, kreditnya telah kita siapkan tinggal niat dari petani,” ujar Soekarwo.

Keberadaan TTP ini lanjut Soekarwo, merupakan tempat pembelajaran bagi kelompok tani dan para praktisi pertanian terkait. Maka, penguatan kelembagaan menjadi penentu keberhasilan dari keberlanjutan kegiatan yang dilaksanakan di TTP Gresik. Selain itu, dukungan konkrit berupa penyediaan sarana dan prasarana untuk pengolahan pertanian juga harus dikelola dengan baik.

“Serangkaian kegiatan yang dilakukan TTP ini akan memperkaya kualitas SDM petani Jatim, dan harapannya bisa memakmurkan petani,” tandas Soekarwo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.