Survey PVMBG Nyatakan 13 Rumah Rawan Longsor di Ponorogo Harus Direlokasi

Petrus - 18 April 2018
Tim PVMBG bersama BPBD Ponorogo saat melakukan survei kawasan rawan longsor (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  melakukan survei selama satu minggu di beberapa wilayah di Ponorogo, terkait banyaknya daerah rawan longsor. Salah satu kawasan yang telah disurvei adalah Dusun Gembes, Desa Slahung, Kecamatan Slahung. Tim dari PVMBG menyatakan 13 rumah harus direlokasi, karena masuk kawasan rawan longsor.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat, Sumaryono mengatakan, sebanyak 13 rumah dinyatakan rawan untuk ditinggali, sehingga dikeluarkan surat rekomendasi untuk relokasi.

“Total ada 13 rumah yang harus relokasi, 12 rumah di Dusun Gembes, dan 1 rumah di Dusun Genuk, Desa/Kecamatan Slahung,” tutur Sumaryono, Rabu (18/4/2018).

Sumaryono menambahkan, hasil survei yang dilakukannya selama satu minggu terakhir memang bertujuan untuk melihat langsung kondisi pemukiman warga.

“Supaya ada surat rekomendasi untuk penanganan yang paling tepat kepada warga,” terang Sumaryono.

Selain melakukan survei di Desa Slahung, tim juga melakukan survei di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. Di situ ditemukan ada 2 rumah yang posisinya berbahaya, karena ada tebing setinggi 10 meter di belakang rumah dalam kondisi gundul.

“Saran kami harus diterasiring supaya aman, karena potensi longsor dari tebing,” ujarnya.

Sumaryono juga mengimbau kepada warga yang terdampak potensi longsor, agar membangun rumah dengan menggunakan papan. Selain itu, warga juga diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masuk pada musim penghujan.

“Jangan membangun rumah permanen, karena membahayakan penduduk, dan jika muncul retakan baru, mohon segera melapor ke BPBD agar diambil langkah yang tepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menuturkan, jika memang harus ada relokasi nantinya pemerintah akan berusaha menyiapkan lahan untuk ke-13 KK tersebut. Namun, mengenai bagaimana proses relokasi dilakukan, akan menunggu surat Pernyataan Kejadian Bencana.

“Kami harus mencari pijakan, apakah surat rekomendasi dari PVMBG tersebut bisa menjadi acuan kami atau tidak,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.