Surabaya Resmi Mulai Pembangunan Kebun Raya Mangrove

Petrus - 30 April 2018

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menandatangani perjanjian kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dalam rencana pembangunan Kebun Raya Mangrove di Surabaya, Minggu (29/4/2018).

Kesepakatan bersama itu ditandai dengan penyerahan prasasti dan bibit mangrove, dari Kepala Pusat Kebun Raya Indonesia kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji, disaksikan Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri, bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Akan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa ke depannya. Kita buat penghijauan terus di Surabaya agar warganya betah,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma menyampaikan rasa bangga dan terima kasih, atas terpilihnya Kota Surabaya sebagai tuan rumah Festival Jaga Bhumi, sekaligus peluncuran Kebun Raya Mangrove Surabaya, yang diakui sebagai yang pertama di dunia.

Keberhasilan Kota Surabaya membangun kota dan tetap menjaga kelestarian lingkungan, dianggap mampu menurunkan suhu panas di Kota Surabaya.

“Ini sekarang sudah turun 2 derajat. Semoga, niat untuk menjaga lingkungan dapat diteruskan sampai anak turunan kita,” ujar Risma.

Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri menuturkan, didirikannya YKRI sebagai wujud keprihatinan akan kondisi kebun raya di Indonesia, sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Presiden.

“Saya kemudian mengambil keputusan untuk membuat yayasan ini,” jelasnya.

Usaha mendirikan kebun raya akhirnya membuahkan hasil, karena masyarakat merespon dengan menunjukkan cinta dan kasih sayang terhadap tumbuh-tumbuhan dan satwa.

“Indonesia memiliki flora dan fauna terbesar, dan oleh dunia diakui mampu menyumbang oksigen bagi dunia,” ujar Megawati.

Megawati menilai, Kota Surabaya telah berhasil membangun kota dan sumber daya manusia di Surabaya, menjadi semakin baik. Selain itu, komunikasi yang dibangun bersama warga agar peduli terhadap lingkungan, sehingga warga merasakan kenyamanan dengan keberadaan lingkungan yang asri.

“Sekarang terasa, ada kenyaman seperti pohon dan sungai bersih untuk wisata dan warga lebih nyaman,” tuturnya.

“Saya berharap kota lain bisa meniru Surabaya, utamanya dalam hal pembangunan lingkungan dan anak,” kata Presiden ke lima Republik Indonesia itu.

Bambang Subiyanto, selaku Plt Kepala LIPI mengatakan, Indonesia masih memerlukan 47 kebun raya, yang saat ini masih ada 42 kebun raya di seriap kota. Kebun Raya Mangrove, kata Bambang, memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan, seperti sebagai penahan gelombang abrasi laut, penyimpan karbon 5 kali lebih banyak dari pada hutan tropis, serta dapat menjadi destinasi wisata alam.

“Banyak kota dan desa yang terancam punah karena ulah manusia, namun dengan adanya lahan seluas 2.800 hektar, Surabaya siap menjadi paru-paru bagi kota di Indonesia dan dunia,” ucap Bambang.

Tidak hanya berfungsi di bidang penelitian ilmiah, keberadaan Kebun Raya Mangrove juga bermanfaat untuk fungsi pendidikan, serta peningkatan ekonomi pelaku UKM.

“Bagi pelajar sebagai laboratorium untuk bidang biologi, lalu konservasi dalam rangka perlindungan terhadap tanaman yang nyaris punah, dan jasa lingkungan serta ekowisata bagi pelaku UKM untuk meningkatkan ekonomi warga,” terangnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.