Surabaya Miliki Museum HOS Tjokroaminoto

Petrus - 28 November 2017
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Museum HOS Tjokroaminoto (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya –  Julukan Kota Pahlawan yang disandang Surabaya nampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kota Surabaya, untuk mendatangkan wisatawan minat khusus atau di bidang sejarah. Salah satunya dengan membuka dan meresmikan Museum HOS Tjokroaminoto.

Rumah yang dulunya menjadi kediaman salah satu guru bangsa, Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, di Jalan Peneleh Gang VII nomor 29 Surabaya, dapat menjadi salah satu destinasi wisata sejarah kota Surabaya karena menyimpan banyak peninggalan sejarah yang bernilai tinggi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjanji akan terus menyempurnakan keberadaan museum ini, dengan melengkapi isi museum HOS Tjokroaminoto ini.

“Ini memang belum sempurna. Kedepan akan terus kami sempurnakan sehingga jadi aset wisata pahlawan di Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (27/11/2017).

Saat peresmian yang dihadiri Harjono Sigit yang merupakan cucu HOS Tojkroaminoto, Risma meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Surabaya untuk membuat museum ini menjadi mudah dimengerti anak-anak.

“Nanti akan ada media interaksi sehingga anak-anak senang. Semisal, tentang siapa saja tokoh yang dulunya belajar di rumah ini,” ujar Risma.

Selain museum HOS Tojkroaminoto, di kawasan Peneleh yang sarat sejarah itu, juga ada rumah kelahiran presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Dalam waktu dekat, Surabaya juga akan memiliki museum Dr. Soetomo dan museum WR Soepratman.

“Ini bisa jadi kekuatan yang besar. Ini luar biasa asetnya. Bahkan, kelak bisa menjadi rezeki untuk warga,” imbuhnya.

Risma juga meminta warga di kawasan itu agar dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan mengembangkan usaha mandiri.

“Saya harap warga di sini bisa memanfaatkan dengan menjual souvenir semisal kaos atau gantungan kunci sesuai dengan temanya. Pak RW, tolong ya supaya masyarakat bisa menangkap peluang ini,” lanjutnya.

Sementara itu, cucu HOS Tjokroaminoto, Harjono Sigit mengaku senang dan bangga dengan diresmikannya rumah kakeknya sebagai museum yang dapat dimanfaatkan banyak orang.

“Saya senang tentu saja, dan bangga, semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ucap Harjono Sigit.

Beberapa koleksi yang ada di museum HOS Tojkroaminoto, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wiwiek Widayati, tidak hanya berasal dari badan arsip nasional, melainkan juga dari koleksi atau sumbangan keluarga HOS Tojkroaminoto. Koleksi yang ada antara lain buku, mebel, baju, tempat tidur, dan masih banyak lagi.

“Ini sifatnya dinamis. Seperti kata bu Wali Kota, kami akan terus menyempurnakannya,” ujar Wiwiek.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.