Surabaya Jadi Kota Favorit di Guangzhou Award 2018

Yovie Wicaksono - 8 December 2018
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan dalam ajang "The 4th Guangzhou International Award for Urban Innovation" yang digelar di Guangzhou, China, Kamis (6/12/2018). (Foto: Guangzhou Award 2018)

SR, Surabaya – Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi kota favorit di ajang penghargaan bergengsi dunia “The 4th Guangzhou International Award for Urban Innovation” yang digelar di Guangzhou, China, Kamis (6/12/2018).

“Surabaya berhasil menjadi kota favorit pada Guangzhou Award 2018 dengan mendapatkan lebih dari 1,5 juta suara daring,” kata Konsul Jenderal RI Untuk Guangzhou, Gustanto, melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Pengumuman ajang bergengsi tersebut disampaikan pada acara penutupan “The 4th Guangzhou International Award for Urban Innovation” di Baiyun International Convention Center, Guangzhou, kemarin.

Surabaya berhasil mengungguli 14 kota dari berbagai dunia yang menjadi finalis dalam kompetisi bergengi.  Penghargaan diterima langsung Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani

Guangzhou Award diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments (UCLG), World Association of the Major Metropolises (Metropolis), dan Pemerintah Kota Guangzhou.

“Penghargaan Guangzhou Award ini menekankan pada inovasi dan pencapaian penting kota-kota di seluruh dunia, serta pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk Guangzhou Award 2018, panitia telah menerima 273 aplikasi dari 193 kota di 66 negara. Dari jumlah tersebut, panitia kemudian menyeleksi dan memutuskan 15 finalis, dan membaginya ke dalam 4 kategori, yaitu “Accessible Cities”, “Cooperative Cities” , “Inclusive Cities”, dan “Resilient Cities”.

“Surabaya dengan proyek ‘Public Participation in 3R Waste Management for Better Surabaya’, termasuk dalam kategori ‘Cooperative Cities’,” ujar Gustanto.

Selain Surabaya, kota-kota finalis lainnya adalah Sydney (Australia), Repentigny (Canada), Milan (Italy), eThekwini (South Africa), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Netherlands), New York (USA), Yiwu (China), Santa Ana (Costa Rica), Kazan (Russia), Mezitli (Turkey), Santa Fe (Argentina), Salvador (Brazil), dan Wuhan (China).

Kelima belas kota finalis juga  mempresentasikan proyek terpilih mereka dalam International Seminar “On Learning from Urban Innovation” pada 6 Desember 2018, di hadapan dewan juri dan ratusan peserta seminar.

“Ibu Tri Rismaharani mempresentasikan langsung proyek kota Surabaya,” kata Gustanto.

Selain kota favorit, kata dia, dewan juri juga menentukan empat kota lainnya sebagai pemenang, yaitu Milan, Guadalajara, Wuhan, dan Mezitli.

Kota-kota tersebut berhasil mendapatkan Guangzhou Award berdasarkan tujuh aspek penilaian, antara lain orisinalitas program, dampak bagi masyarakat dan kota, serta spectrum partisipasi rakyat. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.