Surabaya Dipilih Sebagai Tempat Survei Kemudahan Berusaha di Indonesia

Petrus - 10 May 2017
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Surabaya menjadi salah satu kota terdepan di Indonesia dalam upaya memberikan kemudahan berusaha bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang mengurus perizinan berkaitan dengan usaha atau “doing business”. Hal ini yang membuat Surabaya menjadi satu dari dua kota di Indonesia, yang menjadi tempat atau locus untuk pelaksanaan survei oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nasional.

Komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memberikan kemudahan berusaha kepada masyarakat, diwujudkan dalam pelayanan perizinan efektif dan efisien. Intinya dengan memperpendek proses perizinan, dan tidak ada lagi istilah mempersulit perizinan.

“Kami mencoba agar seluruh proses perizinan seefisien dan seefektif mungkin. Kami persingkat perizinan. Dan itu harus dengan sistem elektronik, nggak bisa cara manual” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, saat membuka acara Diseminasi Perbaikan Kemudahan Berusaha di Indonesia, di Hotel Novotel, Surabaya, Rabu (10/5/2017).

Risma mengatakan, pelayanan perizinan yang efektif dan efisien tidak sekedar bermakna pelayanan optimal kepada masyarakat, tetapi memiliki makna lain dibaliknya. Karena bila izin lama didapat, hal itu berarti menunda atau bahkan mungkin menghilangkan kesempatan orang untuk bekerja, yang berkaitan dengan upaya mencari nafkah demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak.

“Bagi kami perizinan bukan sekadar kertas. Pelayanan perizinan online juga bukan gagah-gagahan ataupun untuk mencari penghargaan. Tetapi ini peluang orang untuk mencari nafkah. Untuk itu kami buat yang se-simple mungkin,” ujar Risma.

Pemkot Surabaya sudah membuat banyak upaya terobosan demi memperpendek proses perizinan, diantaranya pelayanan perizinan berbasis elektronik dalam wujud Surabaya Single Windows. Bagi warga yang tidak bisa mengakses layanan online ini melalui ponsel, bisa menggunakan fasilitas e-Kios yang ada di Puskesmas maupun di Kelurahan.

Surabaya juga memiliki pusat pelayanan perizinan terpadu yang ada di Siola, yang melayani sekitar 158 jenis perizinan. Tidak hanya buka di hari kerja, pelayanan perizinan ini juga buka di hari Sabtu mulai pukul 09.00-02.00 WIB. Proses pengurusan izin dijamin cepat dalam hitungan jam, asal semua persyaratan sudah siap dan lengkap.

“Karena pelayanan secara online, bisa dilakukan di manapun. Tidak ada tatap muka dan tidak bayar. Kalau ada yang bilang ada pungutan 1,8 juta, itu tidak benar,” terang Walikota

Dipilihnya Surabaya sebagai tempat atau locus oleh BKPM, Risma menyambut baik pilihan dan kepercayaan itu. Ini sangat penting untuk memotivasi Pemkot Surabaya untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan.

“Semoga ini memotivasi teman-teman di Pemkot untuk lebih baik lagi. Kami akan terus sempurnakan agar pelayanan terus lebih baik,” lanjut Risma.

Sementara itu Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan, Surabaya bersama Jakarta mejadi locus pelaksanaan survei dalam kemudahan berusaha. Yuliot mengatakan, dengan adanya acara diseminasi perbaikan kemudahan berusaha ini, BKPM berharap para peserta bisa mengetahui gambaran mengenai upaya perbaikan dan juga kemudahan berusaha.

“Arahan dari bapak Presiden agar ada perubahan signifikan dalam hal peraturan perizinan, kalau bisa disatukan,” terang Yuliot.

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara terkemuka dalam urusan berusaha atau doing business yang dilakukan World Bank (Bank Dunia). Tahun 2016 lalu Indonesia berada di peringkat 91 dari 160 negara. Tahun ini diharapkan ada kenaikan peringkat menjadi kisaran 20-an pada masa mendatang.

“Pemerintah menetapkan tahun 2019 kita ada di posisi 40. Itu tidak terlalu sulit dan juga tidak mudah, intinya kita harus melakukan perubahan,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.