Sungai Brantas Meluap, Jembatan Mrican Kediri Ambrol

Petrus - 2 March 2017
Jembatan Mrican di Kediri ambrol tergerus aliran sungai Brantas setelah dihuyur hujan dengan intensitas tinggi (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Akibat diguyur hujan selama kurang lebih empat jam, sebuah jembatan peninggalan jaman Belanda yang menghubungkan dua desa di Kabupaten Kediri ambrol dan terputus, Kamis (2/3/2017).

Jembatan yang dibagun sejak tahun 1898 ini ambrol, akibat tidak mampu menahan derasnya aliran sungai Brantas yang terus meningkat debitnya. Petugas Babinkamtibmas Kelurahan Mrican, Polsek Mojoroto, Bripka Kabul mengatakan, ambrolnya jembatan Mrican terjadi saat sungai Brantas meluap.

Sebelum ambrol, kondisi jembatan diketahui sudah dalam kondisi menggantung, karena pondasi jembatan sudah tidak menyentuh dasar sungai. Petugas Kepolisian dan Pemda sudah menutup jembatan agar tidak dilintasi kendaraan.

“Kondisi jembatan sudah menggantung, sudah dua atau tiga hari ini warga tidak boleh melintas. Beruntung tidak ada orang yang melintas saat jembatan runtuh,” kata Bripka Kabul yang menerima laporan peristiwa ini dari warga setempat.

Petugas Polsek Banyakan dan Polsek Mojoroto, Kota Kediri, langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi ambrolnya jembatan, untuk memastikan tidak ada kendaraan mendekati lokasi. Terputusnya akses jalan akibat ambrolnya jembatan Mrican, menyebabkan banyak pengendara kendaraan yang harus memutar ke jalur utama Kota Kediri.

Devi, pengendara sepeda motor yang hendak melintas mengatakan, dirinya harus memutar melewati jalur utama dengan waktu tempuh lebih lama, akibat putusnya jembatan yang menghubungkan antara Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.

“Ya bagaimana lagi, saya kalau berangkat kerja pagi, pulang sore, selalu lewat jembatan Mrican ini,” kata Devi yang yang berharap pemerintah segera melakukan perbaikan pada jembatan yang ambrol.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, meski jembatan ambrol dan harus ditutup, para pengendara masih bisa melintas di jalur alternatif lainya yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Menurut Krisna, sampai sekarang jembatan Mrican yang menghubungkan beberapa desa ini belum secara sah menjadi aset milik Pemerintah Kabupaten Kediri.

“Secara Administrasi masih belum,” ungkap Krisna saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Jembatan Mrican menjadi penghubung antara Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, dengan Desa Jong Biru Kecamatan Gampeng Rejo, Kabupaten Kediri. Jembatan dengan panjang sekitar 150 meter dan leber 3 meter ini merupakan jembatan milik Pabrik Gula Mrican, yang telah dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Kediri. Di badan bangunan jembatan terdapat tulisan dalam bahasa Belanda, dengan tanggal dan tahun dibangunnya jembatan itu.

Bagian jalan jembatan yang ambrol berada di sebalah barat Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, dengan panjang sekitar 75 meter. Jembatan Mrican sebenarnya telah ditutup oleh pihak pabrik gula sejak 1 Desember 2015 lalu, karena kondisinya yang banyak kerusakan akibat termakan usia. Namum sekelompok masyarakat melakukan unjuk rasa dan menuntut dibukanya kembali akses jembatan itu.

Sementara itu, pemerhati Budaya Kediri, Muslim Mubarok mengatakan, meski dibangun pada jaman kolonial Belanda, jembatan Mrican bukanlah termasuk aset Cagar Budaya.

“Meski peninggalan Belanda, jembatan tersebut belum ada penetapannya,” pungkas Mubarok.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.