Strategi Peningkatan Perdagangan Antardaerah

Yovie Wicaksono - 6 December 2018
Ketua Umum APPSI Soekarwo (dua kiri) saat memimpin Rapat Kerja APPSI di Jakarta, Kamis (6/12/2018). Foto : (Humas Pemprov Jatim)

SR, Surabaya – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Soekarwo berbagi strategi meningkatkan perdagangan antardaerah yang dilaksanakan di Jawa Timur selama ini.

“Strategi harus tepat dan inovatif, sebab perdagangan antardaerah di Jatim meningkat 133,55 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Kamis (6/12/2018) malam.

Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo itu menyampaikan strateginya di hadapan para Gubernur se-Indonesia saat memimpin Rapat Kerja APPSI di Jakarta.

Selain itu, neraca perdagangan antardaerah Jatim juga mengalami surplus sebesar Rp164,49 triliun pada 2017, serta surplus Rp101,15 triliun pada semester I tahun 2018.

Menurut Pakde Karwo, Indonesia adalah negara kepulauan sehingga strategi perdagangan yang dilakukan adalah memperkuat pasar domestik dengan model ekonomi negara kepulauan.

Pakde Karwo menjelaskan bahwa, implementasi dari strategi tersebut di antaranya adalah membangun Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi di Indonesia.

Strategi berikutnya, melalui kerja sama dengan KADIN dan “Cooperative Trading House” untuk memfasilitasi misi dagang ke seluruh Indonesia.

“Strategi berikutnya melakukan optimalisasi Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi (SIPAP),” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Selain itu adalah dengan memperkuat ekonomi digital menyambut revolusi industri 4.0, yang satu langkahnya dengan menghadirkan “digital economy smart system”, seperti “e-raw material” untuk memperkuat “smart industry”.

Pakde Karwo mengatakan Pemprov Jatim akan terus memperkuat pemasaran digital.

“Saat ini sudah ada 1.294 Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menjadi proyek percontohan bersama bukalapak. Kami menargetkan ada 270 ribu IKM yang menyusul bergabung. Potensi ekonomi digital ini sangat besar, sebab jumlah UMKM di Jatim mencapai 12,1 juta,” katanya. (*/ant/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.