Stok Cabai Terbatas, Bulog Kediri Beli Cabai Petani Lokal

Yovie Wicaksono - 6 June 2017
Bulog Kediri membeli cabai langsun ke petani lokal untuk memenuhi ketersediaan cabai (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Harga cabai rawit mulai merangkak naik memasuki bulan puasa Ramadhan, di beberapa pasar di Kabupaten Kediri. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya stok atau ketersediaan cabai rawit di pasaran.

Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, mengambil kebijakan untuk menstabilkan harga dengan membeli langsung cabai rawit ke petani di daerah sentra penghasil cabai, yaitu di Desa Kebon Rejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Terbatasnya stok cabai di pasaran, menurut Kepala Bulog Kediri, Racahmad Syahjoni Putera, disebabkan adanya pengiriman cabai ke luar daerah oleh sejumlah pengepul dan petani, sehingga persediaan untuk konsumsi sendiri berkurang.

Dari petani, Bulog membeli cabai dengan harga Rp. 25 ribu per kilogram, atau lebih murah jika dibandingkan harga yang dijual ke pasaran oleh pedagang, yaitu bisa mencapai Rp. 50 ribu perkilogram. Hasil dari pembelian cabai ini, nantinya akan dijual ke masyarakat melalui operasi pasar.

“Kalau melihat hari ini dilapangan, stoknya memang terbatas, untuk keperluan (dijual) di luar pulau Jawa, ke Bali,” kata Rachmad syahjoni.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon Rejo, Yoni Widiarto mengatakan, cakupan luas tanaman cabai yang ada di Desa Kebon Rejo mencapai 500 hektar. Dengan produksi 40 ton per hari, setiap harinya bisa mengirim cabai ke Bali hingga 3-5 ton per hari.

Tidak hanya ke Bali, pengiriman cabai juga dilakukan ke Surabaya dan Jakarta. Untuk jenis cabai rawit yang diproduksi para petani bervariatif, diantaranya cabai rawit jenis manu dan tabe. Masyarakat yang berprofesi sebagai petani cabai di desa itu mencapai 900 kepala keluarga.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.