Stasiun Surabaya Gubeng, Tuan Rumah Jelajah Kebangsaan

Yovie Wicaksono - 21 February 2019
Dialog Kebangsaan dalam Rangkaian Jelajah Kebangsaan di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (21/2/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (21/2/2019) menjadi tuan rumah Jelajah Kebangsaan yang digelar oleh Gerakan Suluh Kebangsaan. Kegiatan hari ini merupakan jelajah kebangsaan ke delapan dari sembilan rute yang direncanakan dari Merak hingga Banyuwangi.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, acara ini bertujuan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh NKRI.

Kegiatan dikemas dalam format dialog antara para tokoh nasional yang hadir dengan para peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan, akademisi, dan lainnya.

“Hari ini, kegiatan Jelajah Kebangsaan hadir di Stasiun Surabaya Gubeng dengan menghadirkan tokoh nasional Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., Hj. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum., KH. Marzuki Mustamar, Alissa Wahid, Prof. KH. Abdul A’la, dan Emil Dardak selaku Wagub Jatim. Tema yang diangkat “Mengokohkan Kebangsaan: Meneladani Patriotisme Arek Surabaya Bagi Indonesia Emas 2045,” kata Suprapto.

Suprapto menambahkan, pihaknya senantiasa mendukung kegiatan yang positif dalam rangka memupuk rasa berkebangsaan Indonesia bagi masyarakat di berbagai kota di Indonesia melalui pendekatan yang ringan namun kreatif dan membumi.

“Dengan diadakannya kegiatan ini oleh Gerakan Suluh Kebangsaan, dapat menguatkan dan menyebarluaskan semangat positif kebangsaan Indonesia melalui jalur kereta api,” ujar Suprapto.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD sangat mengapresiasi kerjasama, dukungan serta kepedulian PT KAI terhadap keutuhan dan kokohnya NKRI.

Mahfud juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kemajuan PT KAI yang luar biasa dalam memberikan layanan publik, transportasi massal untuk masyarakat.

Ia berharap kerjasama PT KAI dengan Gerakan Suluh Kebangsaan bisa berlanjut terus dalam kegiatan lain demi cita-cita bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain Jelajah Kebangsaan, Gerakan Suluh Kebangsaan juga mempunyai berbagai kegiatan di berbagai propinsi antara lain Sarasehan Kebangsaan dengan Tokoh, Dialog Kebangsaan dengan civitas akademika Kampus, Dialog Lintas Iman, dan silaturahmi ke para Kiai.

Sekedar informasi, Jelajah Kebangsaan ini berlangsung sejak 18 Februari 2019 dengan mengambil start di Merak. Selanjutnya, Jelajah Kebangsaan ini singgah di beberapa stasiun, termasuk stasiun Surabaya Gubeng.

Total ada sembilan pemberhentian jelajah kebangsaan ini. Hari ini, stasiun Surabaya Gubeng merupakan pemberhentian ke 8, dan besok adalah jelajah kebangsaan ke 9 atau yang terakhir di Stasiun Banyuwangi Baru.

Sebelumnya, Jelajah Kebangsaan telah menggelar diskusi di Stasiun Merak, Gambir, Cirebon, Purwokerto, Jogja, Solo dan Jombang.

Tokoh-tokoh nasional juga turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Megawati Soekarnoputri, Ganjar Pranowo dan Kardinal Julius Darmaatmaja, Gus Mus, Syafii Maarif, Ridwan Kamil dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Kami telah melakukan perjalanan sejak 18 Februari 2019 dan banyak mendapat informasi terkait perkembangan di tanah air,” ujar Mahfud MD. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.