Soekarwo Pastikan Jalur Mudik di Jatim Semakin Siap Difungsikan

Petrus - 6 June 2018
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meninjau kesiapan sejumlah infrastruktur untuk jalur mudik Lebaran 2018 (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo melakukan peninjauan ke sejumlah infrastruktur jalan yang ada di Jawa Timur, untuk memastikan dapat difungsikan untuk arus mudik Lebaran 2018.

Pada pantauannya di Tuban, Soekarwo membuka pengoperasian Jembatan Widang, Tuban, untuk dapat dilalui kendaraan. Pembukaan jembatan ini memungkinkan kendaraan dari arah Lamongan menuju Tuban, maupun sebaliknya dapat memanfaatkan dua ruas jembatan.

Berdasarkan hasil tes kemampuan dan kekuatan jembatan saat dilalui kendaraan, kendaraan bertonase besar yang diperbolehkan maksimal 40 ton beban total.

“Karena maksimalnya 40 ton, truk atau kendaraan bermuatan besar, truk tidak boleh berjejeran saat melewati jembatan ini,” terang Soekarwo, Rabu (6/6/2018).

Kepala BBPJN VIII I Ketut Dharmawahana mengtakan, sebelum pembukaan jembatan pihaknya telah melakukan tes pembebanan, dengan melewatkan kendaraan bermuatan berat dengan total maksimal 40 ton. Kemudian dilakukan dievaluasi kembali, apakah berdampak pada kondisi jembatan. Monitoring terhadap fungsi jembatan akan dilakukan setiap dua minggu sekali hingga akhir tahun ini.

“Yang dikatakan jembatan berfungsi baik itu ketika dilalui kendaraan bermuatan berat jembatan turun sedikit, kemudian setelah dilewati kondisi jembatan kembali pada posisi awal. Artinya keelastisan jembatan berfungsi normal,” kata I Ketut Dharmawahana.

Soekarwo juga mengapresiasi penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan tol fungsional Kertosono-Wilangan sepanjang 38 Km, termasuk penyelesaian Jembatan Besuk yang berada di atas Sungai Avur Besuk, yang terdapat di antara Desa Bandar Kedungmulyo dengan Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Beroperasinya tol fungsional ini kata Soekarwo, akan sangat membantu para pemudik dan mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama saat arus mudik dan balik Lebaran 2018. Selain itu, tol fungsional Kertosono-Wilangan juga telah selesai dan dapat difungsikan, sehingga jalur tengah hingga ke Ngawi seluruhnya dilalui tol saat mudik Lebaran 2018.

“Ini sebagai solusi mengatasi kepadatan mobilitas transportasi di jalan utama dari Surabaya ke luar kota,” ujar Soekarwo.

Jalur tol fungsional Kertosono-Wilangan dapat digunakan satu arah dari Surabaya hingga H+2. Bila terjadi kepadatan lalu lintas, jembatan bailey yang berada di samping Jembatan Besuk juga akan dipergunakan.

“Pada hari mudik dari timur ke barat keluarnya di Caruban, satu arah semua. Setelah H+2 dari barat ke timur bisa lewat jalan tol fungsional,” papar Kepala Satuan Kerja (Satker) Tol Solo-Kertosono, Agung Sutarjo.

Jalan tol fungsional nantinya akan dioperasikan pada pukul 07.00-17.00 WIB. Apabila kondisi jalan pantura terjadi kepadatan, maka petugas akan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan fungsional.

“Jam operasionalnya fleksibel. Intinya ruas jalan fungsional kita ini sudah cukup nyaman dan tidak membahayakan pengguna jalan,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Kertosono-Wilangan yang saat ini progresnya mencapai sekitar 73 persen, ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2018 sehingga tidak lagi menjadi fungsional.

“Target pada kontrak selesai pada tahun 2019, tetapi kita sudah bisa menyelesaikan pada Desember 2018,” harapnya.

Saat meninjau lokasi Jalan Tol Kertosono-Wilangan, masih ditemui beberapa gundukan tanah  meski jalan sudah dibeton. Selain itu, lampu penerangan di jalan tol itu masih belum tersedia, sedangkan petunjuk jalan seperti spot light telah tersedia saat digunakan sebagai tol fungsional.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.