SMAK Hikmah Mandala dan SMA NU Gombengsari Merajut Kebersamaan Melalui Buka Puasa Bersama

Yovie Wicaksono - 13 June 2017
Siswa-siswi dari SMAK Hikmah Mandala dan SMA NU Gombengsari menggelar acara buka puasa bersama bertempat di lapangan basket SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Buka puasa bersama siswa yang berasal dari sekolah keagaamaan mungkin jarang terjadi di negara ini. Namun berbeda dengan Siswa-siswi dari SMA Katolik Hikmah Mandala dan SMA NU Gombengsari kecamatan Giri Banyuwangi ini. Mereka menggelar acara buka puasa bersama, di lapangan basket SMAK Hikmah Mandala, Selasa (13/6/2017)

Bukan hanya menggelar acara buka puasa bersama, dalam acara tersebut juga dilangsungkan tauziah dari Kepala Sekolah SMA NU Gombengsari, Ali Muchlisin. Dalam acara yang digelar oleh kedua OSIS dari sekolah tersebut, terlihat siswa-siswi yang Muslim maupun yang non-Muslim duduk bersama tanpa ada jarak. Bahkan saat menikmati takjil dan menu buka puasa, mereka terlihat menikmati dan akrab.

Buka puasa bersama kemudian dilanjutkan dengan sholat Maghrib , bagi siswa-siswi yang beragama Islam. Mereka dipimpin oleh imam Ali Muchlisin. Saat saudara-saudaranya yang beragama Islam menjalankan sholat maghrib, siswa-siswi dan para pengajar yang beragama Katolik duduk dengan tertib.

Ali Muchlisin mengatakan, kegiatan ini memang bertujuan untuk mengajarkan pada siswa-siswi kedua sekolah yang berlatar agama berbeda, arti dari keberagaman dalam NKRI.

“Inilah yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun kita berbeda agama, berbeda suku namun kita tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAK Hikmah Mandala, Romo Tiburtius Catur Wibawa. Bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak bersaudara, berkawan dan bersilaturahmi antar sesama umat manusia.

“Tuhan menciptakan kita berbeda latar belakang dan berbeda agama. Namun sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita mempunyai persamaan yakni jiwa kemanusiaan, jiwa persaudaraan. Ini yang harus kita tekankan kepada para siswa. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari siswa bisa mempunyai pandangan bahwa orang lain juga adalah saudara kita,” katanya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.