Siswa Tunanetra Harapkan Penerjemah Saat Ujian

Petrus - 6 March 2018
Ilustrasi. Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMK VIII Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Ponorogo – Siswa disabilitas tuna netra berharap adanya penerjemah atau pembaca naskah soal, saat pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandart Nasional Berbasis Komputer (USBN BK), yang sedianya akan dilaksanakan pada Senin (12/3/2018).

Nabil Gholi Azhumi, siswa penyandang tunanetra dari SMA Muhammadiyah Ponorogo, berharap mendapatkan penerjemah saat menghadapi ujian.

“Saya kesulitan membaca soal terutama matematika, jadi butuh ada penerjemah,” tutur Nabil, saat ditemui di sekolahnya, Selasa (6/3/2018).

Nabil menjelaskan meski soal USBN BK sudah diubah ke huruf Braille, terkadang ada bagian soal yang belum terbaca olehnya.

”Jadi lebih mudah kalau ada yang menerjemahkan,” jelasnya.

Bagi Nabil, adanya penerjemah bisa menunjang performanya saat menghadapi ujian.

“Kalau diterjemahkan ke kertas saja, kadang saya bingung. Lebih enak jika ada penerjemah yang membimbing saya,” ujarnya.

Kepala SMA Muhammadiyah Ponorogo, Muhamad Kholil mengatakan, pihaknya siap memenuhi permintaan siswanya tersebut. Khusus untuk anak didiknya yang berkebutuhan khusus, pihaknya juga telah menyiapkan persiapan.

Total siswayang berkebutuhan khusus di sekolahnya, kata Kholil, ada 2 anak yaitu penyandang tunanetra dan tunadaksa. Bagi siswa tunanetra akan ada pendampingnya yang membacakan soal, dengan cara mengerjakan soal di kertas yang disediakan.

“Kemudian hasil pekerjaan untuk uraian ada petugas khusus yang membacakan,” tandasnya.

“Dimana tidak bisa lagi ditemukan soal bocor, karena semuanya terintegrasi lewat komputer sebelum mengerjakan baru bisa diunduh soalnya,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.