Siswa SMAN 1 Ponorogo Juara Desain Youth Olympics Games 2018

Yovie Wicaksono - 2 February 2018
Desain karya Farid yang memenangkan lomba desain medali untuk youth Olympics (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Panitia Youth Olympics Games (YOG) 2018 menggelar lomba kompetisi desain medali olimpiade internasional atau International Olympic Committee (IOC). Siapa sangka, lomba yang diikuti 300 peserta dari penjuru dunia justru dimenangkan oleh anak bangsa. Muhamad Farid Husen (18) warga Desa Miri, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo inilah yang berhasil mengalahkan ratusan peserta lainnya.

“Awalnya tidak menyangka kalau menang, karena pemberitahuan pertama kali melalui email yang dikirim oleh IOC,” terang Farid, saat ditemui Superradio, Jumat (2/2/2018).

Siswa SMAN 1 Ponorogo ini menambahkan, dirinya mendapatkan inspirasi desain medali ini dari kembang api saat ada upacara pembukaan olimpiade di London.

“Setiap acara pembukaan biasanya dibuat meriah, dan dibagian akhir acara tersebut ada pesta kembang api, dari situ inspirasinya,” jelasnya.

Anak dari pasangan Sulastri dan Juari ini menerangkan, jika dirinya masih awam soal desain grafis, namun kepiawaiannya membuktikan ia mampu memenangkan ajang bergengsi ini. Farid mengatakan, awalnya ia hanya mengetahui iklan tentang perlombaan desain dari youtube. Berbekal info tersebut ia pun mencari detail perlombaan melalui media sosial, Instagram.

“Saya mulai mengirim desain itu Desember 2017 kemarin, dan baru diumumkan pemenangnya 30 Januari 2018, sempat kaget tapi bersyukur,” ucapnya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini merasa masih awam untuk desain, namun akhirnya dia mampu menyingkirkan 300 peserta lainnya dari seluruh dunia. Juara Pertama diraih Farid melalui instagram resmi ‘youtholympics’, sedangkan Juara Kedua diraih oleh remaja asal Amerika Serikat, dan Juara Ketiga diraih oleh remaja asal Swiss.

“Paling susah mempresentasikan gambar bentuk 3D, peserta lain membuat presentasinya bagus-bagus,” ujarnya.

Farid menerangkan, jika sebenarnya ia tidak pintar menggambar dikertas atau kanvas, akan tetapi lebih suka otak atik aplikasi desain di laptop.

“Sketsa dengan corel draw dan untuk desain 3D-nya saya menggunakan photoshop dan kebetulan saya memang mendalami design logo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengaku bangga dengan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh salah satu siswanya. Ia pun mendorong setiap siswa yang ingin mengikuti perlombaan untuk tidak takut berlomba. Termasuk pendampingan oleh para guru untuk memberikan pelatihan yang sesungguhnya, sehingga potensi yang ada pada setiap murid dapat dimaksimalkan.

“Dengan adanya kejuaraan ini perlu ditingkatkan. Tidak hanya desian, yang lain juga kita dorong,” katanya.

Ia pun berjanji akan mengusahakan pendampingan kepada Farid saat berada di Argentina nanti, apakah Farid mendapatkan semua haknya atau tidak.

“Kami akan mengkoordinasikan hasil ini ke berbagai pihak. Bagaimana anak kita terfasilitasi atau tidak, sekolah akan melakukan pendampingan secara mandiri untuk mendapatkan haknya. Farid ini memang pendiam, awalnya tidak mau berbagi informasi ini. Kami mendorong untuk terbuka, dan akhirnya mau,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.