Siswa SD Muhammadiyah Ponorogo Borong Piala di Malaysia

Petrus - 21 September 2018

SR, Ponorogo – Sebanyak 12 medali diborong oleh 7 siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Ponorogo, dalam lomba robotic di Malaysia. Ajang lomba International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) yang dilaksanakan 7-9 September di Kuala Lumpur, Malaysia, diikuti oleh sekolah-sekolah Islam di Asia.

Dari 12 medali yang diraih, 2 diantaranya adalah medali emas, 4 perak, 5 perunggu, dan 1 special awards. Dalam lomba ini, 2 kelompok yang mendapat medali emas adalah robot chef dan robot fire fighter.

“Untuk persiapan lomba ini saya dan teman-teman setiap hari berlatih selama satu bulan, sebelumnya sudah latihan rutin ketika masuk komunitas robotika di sekolah,” kata Ketua kelompok kategori robot chef, Dafa M Putra, Rabu (19/9/2018).

Dafa menerangka, untuk mendapat medali emas ini tidaklah mudah, karena harus dapat menysisihkan ratusan peserta dari beberapa sekolah Islam di Asia. Bahkan dalam perjalanannya, terjadi kegagalan saat membuat robot chef, seperti terbakarnya powersuplay dan alat penjapit dalam kondisi rusak.

“Saat akan memulai lomba yang terpenting adalah percaya diri, tidak ragu dan selalu berlatih, selain itu berdoa juga perlu untuk kelancaran saat lomba,” imbuhnya.

Sementara itu, guru pembimbing komunitas robotika di SD Muhammadiyah, Nur Cholis menuturkan, kebanyakan siswanya sudah ikut komunitas robotika sejak kelas 3. Saat hari-hari biasa, siswanya berlatih robotika setiap seminggu sekali. Namun, saat mendekati lomba, siswa diajak untuk berlatih hampir setiap hari.

“Bahkan jika hari minggu ada waktu luang, beberapa anak yang akan ikut lomba bersedia berlatih di sekolah untuk pemantapan lomba,” jelasnya.

Meski banyak piala yang dibawa, Guru kelas 4 ini menuturkan, tidak mudah untuk mengajari anak-anak menguasai pemrogaman komputer untuk robot. Pendekatan yang dilakukan menurutnya adalah membuat anak-anak terlebih dahulu menyukai robot itu sendiri.

“Membuat anak-anak paham dan menerangkan masing-masing fungsi serta nama bagian robot tidaklah mudah,” jelasnya.

Menurutnya, dengan diraihnya prestasi ini diharapkan di masa depan mereka dapat lebih mengembangkan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangnnya yang masih ada.

“Karena masih banyak yang harus disempurnakan, selain itu mudah-mudahan dengan prestasi dibidang robotika ini, dapat menjadi bekal awal anak-anak untuk menggapai mimpinya di era teknologi yang akan datang,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.