Sirkuit GBT dan Lintasan Atletik Thor Ditarget Selesai Akhir 2017

Petrus - 6 February 2017
Gelora Bung Tomo, akan diselesaikan pembangunan sirkuit pada akhir tahun 2017 (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya segera melanjutkan proyek pembangunan sarana dan prasarana olah raga di Surabaya tahun 2017. Sirkuit Gelora Bung Tomo dan Lapangan Atletik Thor di belakang Gelora Pancasila menjadi fokus untuk bisa diselesaikan pada tahun ini.

Kepala Dispora Kota Surabaya, M Afgany Wardhana mengatakan, fokus penyelesaian pembangunan sirkuit adalah untuk menghidupkan kawasan Gelora Bung Tomo. Pada tahun 2016 lalu, lintasan jalur lurus drag race telah selesai dikerjakan, sehingga tahun ini difokuskan untuk mengerjakan sirkuit yang ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

“Untuk drag race sudah selesai, tinggal sirkuitnya. Kami mulai dari sisi selatan dulu. Perkiraannya sembilan bulan selesai,” ujar Afghany, Senin (6/2/2017).

Lintasan drag race saat ini sudah dapat dimanfaatkan, khususnya oleh pemakai yang memiliki peralatan untuk balapan. Saat ini, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Surabaya sudah menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI), sebagai organisasi yang menaungi cabang olah raga ini.

“Kalau peralatan sudah memenuhi syarat standar, kami bisa memberi izin latihan. Sebab, meskipun hanya latihan, kami juga mempertimbangkan unsur keamanan bagi penonton dan juga pembalapnya,” kata Afghany.

Dispora Kota Surabaya optimis keberadaan drag race dan sirkuit yang sedang dibangun ini mampu mengurangi aksi kebut-kebutan di jalanan. Adanya fasilitas untuk olah raga balap motor diyakini akan membuat anak-anak muda yang suka membalap tertarik untuk ikut berlatih dan berlomba di jalur resmi.

“Ini akan akan mengurangi aksi kebut-kebutan di jalanan. Selama ini, bila ada razia kebut-kebutan motor, Dispora bersama Satpol PP Kota Surabaya telah melakukan pendekatan sekaligus arahan kepada anak-anak muda tersebut,” lanjut Afghany, yang memastikan pemakaian fasilitas olah raga itu masih gratis, karena belum ada Perda yang mengatur mengenai retribusinya.

Sementara itu untuk lintasan atletik lapangan Thor dibutuhkan dana sekitar Rp. 20 miliar, dan telah dilelang. Untuk pembangunan lintasan atletik terdapat perubahan pola dari gravel menjadi sintetis.

“Dibawahnya ada aspal korosi dan sanitary landfield sehingga air akan turun langsung ke bawah. Tidak sampai ada genangan,” ujarnya.

Selain 2 lapangan itu, Dispora Kota Surabaya juga masih mengerjakan pembangunan lapangan yang tersebar di kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW. Sampai saat ini terdapat total 362 lapangan olahraga yang telah dibangun untuk masyarakat. Fungsi dan peruntukan lapangan berbeda setiap tempatnya, diantaranya untuk lapangan futsal, sepak bola, bola voli, tenis dan lapangan bermain lainnya.

“Ibu Walikota memang concern mengenai pembangunan lapangan olahraga ini. Selain ada taman, juga diiringi pembangunan lapangan olahraga, karena di taman menjadi tempat berkumpulnya remaja,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.