Seniman Mancanegara Ramaikan Pertunjukan Seni Budaya di Obyek Wisata Goa Selomangkleng

Yovie Wicaksono - 19 November 2018
SR, Kediri – Tujuh seniman mancanegara ikut ambil bagian dalam pagelaran seni budaya Selomangkleng, Minggu (18/11/2018). Tema yang diangkat dalam pargelaran rutin tahun ini adalah ‘Panji Mbulan’. Panji bulan merupakan simbol penyatuan Panji-Canda Kirana, yang mengandung pesan nilai-nilai luhur arti keselarasan, perdamaian, persatuan, dan hidup bersama tak ada peperangan.
Pentas seni budaya ini diadakan di lokasi obyek wisata Goa Selomangkleng, Kota Kediri. Tujuh seniman mancanegara yang ikut berpartisipasi meramaikan acara ini berasal dari China, Spanyol, Italia, Perancis, Mexico, Jerman dan Brazil. Tidak ketinggalan, seniman lokal juga ikut ambil bagian dalam pagelaran seni budaya Selomangkleng.
Pargelaran Panji Mbulan dikemas dalam bentuk ‘Seni Akulturasi’, yang terdiri dari unsur-unsur seni dan tradisi budaya lokal, seni modern, sampai seni kolaborasi etnik. Sebelum pentas ditampilkan di area Goa Selomangkleng, para pelaku seni baik dari mancanegara maupun domestik, terlebih dahulu mengikuti prosesi ritual arak-arakan sakral. Arak-arakan sakral dijalankan dengan berjalan kaki mulai dari depan Museum Airlangga, hingga sampai di area Goa Selomangkleng.
Pemerintah Kota Kediri melalui Disbudparpora, selalu melibatkan para pekerja seni domestik maupun dari mancanegara dan domestik. Goa Selomangkleng dipilih sebagai tempat pertunjukan, agar tempat wisata itu semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Mengingat Pentas Seni Budaya digelar pada saat hari libur, banyak pengunjung yang datang secara langsung untuk melihat pertunjukan yang digagas oleh Disbudparpora Kota Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, acara seperti ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan akan tetap dilestarikan.
“Memang kita sadari bahwa sebenarnya acara-acara di Kediri ini karena memang Kediri tidak ada destinasi wisata yang cukup menarik untuk mendatangkan wisatawan. Sehingga Perlu rasanya kami membuat wisata-wisata yang didesain seperti saat ini,” kata Abdullah Abu Bakar.
Sementara itu, Nur Muhyar selaku Kepala Disbudparpora Kota Kediri menjelaskan, salah satu tujuan diselenggarakanya acara ini, tidak lain  adalah untuk melestarikan cerita tentang panji.
“Kombinasi seni tari dan gerak yang dilakonkan para pelaku seni, mengekspresikan cerita tentang kisah panji,” ujar Nur Muhyar.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.