Seni Mural Ubah Wajah Stren Kali Jagir Jadi Lebih Indah

Petrus - 18 February 2018
Seorang Veteran berjalan sambil mengamati lukisan mural di dinding bekas permukiman stren kali Surabaya yang telah ditertibkan (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mempercantik kawasan stren kali di kawasan Jagir Wonokromo melalui sentuhan seni mural, yang didukung oleh sejumlah seniman mural Surabaya. Seni mural dipilih untuk mengubah wajah kawasan yang sebelumnya menjadi permukiman kumuh karena banyak berdiri bangunan liar, menjadi kawasan yang indah dan enak dipandang mata.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Mohammad Fikser mengatakan, upaya mempercantik kawasan Jagir Wonokromo dilakukan, setelah sebelumnya Pemkot Surabaya melakukan penertiban kawasan dari rumah-rumah liar dan kumuh.

“Kami ingin mempercantik kawasan tersebut dan menyediakan wadah bagi komunitas mural, jadi ada dinding sepanjang 200 meter yang bisa dioptimalkan untuk seni mural,” kata Fikser.

Setelah dipercantik dengan mural, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pemasangan lampu, membuat taman yang indah, serta menanami sejumlah pohon di kawasan itu.

“Nantinya kawasan tersebut akan menjadi salah satu obyek atau spot foto bagi pecinta fotografi,” ujar Fikser.

Selain kawasan stren kali Jagir Wonokromo, yang akan dihias mural, Pemkot Surabaya juga akan melakukan hal serupa di beberapa titik yang telah ditertibkan, seperti di kawasan Keputran.

“Kawasan itu nantinya juga akan dibuat mural,” lanjutnya.

Seni mural dipilih, karena merupakan media yang sangat tepat untuk menyampaikan pesan, selain nilai seninya yang tinggi dan banyak diminati generasi muda.

“Bisa dibuat foto atau apapun mural terlihat bagus, karena di setiap goresannya mengandung berbagai macam motif dan pesan yang kuat bagi semua orang,” ujarnya.

Penggarapan mural melibatkan komunitas mural yang ada di Surabaya, sebagai bentuk upaya Pemkot Surabaya memberikan ruang berekspresi bagi seniman mural. Pengerjaan seni mural ini melibatkan sekitar 10 orang, yang terbagung dalam komunitas bernama Budal Isuk Moleh Sak Karep (BIMS).

“Kami sediakan media itu supaya mereka mampu mengekspresikan seni mereka di situ, tidak di tempat lain,” kata Fikser.

Sementara itu Koordinator Mural Lukman Hidayat menambahkan, pengerjaan mural membutuhkan waktu antara lima hingga tujuh hari.

“Awalnya ditarget selesai 7-10 hari, alhamdulilah ternyata pengerjaan lebih cepat dari yang diperkirakan,” tutur Lukman.

Seni mural yang dituangkan pada media tembok tersebut mengangkat tema kehidupan di pesisir kali yang meliputi anak-anak, hunian dan juga alam. Namun secara khusus, pengerjaan mural kali ini bertujuan untuk mengenang para pahlawan dan masestro seni lukis Indonesia.

“Ada wajah Affandi, Raden Saleh, Basuki Abdullah, Mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis HAM Munir Said Thalib, Sastrawan dan aktivis HAM asal Surakarta Wiji Thukul, pahlawan Surabaya Sutomo alias Bung Tomo, serta penyanyi kelahiran Jombang Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh,” terangnya.

Ke depan, diharapkan akan muncul warna-warni mural yang lain di Surabaya, yang mengangkat kearifan lokal yang ada di sekitar wilayah masing-masing.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.