Seminggu Pasca Libur Lebaran, Diperkirakan Masih Menjadi Arus Balik Pemudik ke Bali

Petrus - 5 July 2017
Pemudik memasuki loket penjualan tiket di pelabuhan ASDP Ketapang, setelah menikmati liburan di kampung halamannya pada Lebaran Idul Fitri 2017 (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Sekitar 55 persen pemudik belum sampai ke tempat asalnya pasca hari libur Lebaran, di hari pertama masuk kerja pada Senin (3/7/2017) lalu. Dari data di PT. ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, jumlah penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada arus mudik, sejak H-10 sampai hari H Lebaran sebanyak 510.925 penumpang kapal. Sedangkan untuk kendaraan roda dua berjumlah 101.905 unit, dan kendaraan roda empat berjumlah 60.255 unit.

Sedangkan untuk jumlah penumpang kapal di di pelabuhan Ketapang pada arus balik, sejak H+1 hingga H+7 Lebaran, yang sudah balik ke tempat kerjanya di Bali berjumlah 329.747. Sedangkan 181.182 atau 35 persennya belum menyeberang ke Bali.

“Untuk kendaraan roda 2 berjumlah 45.960 unit atau 55 persen belum kembali. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, yang sudah menyeberang cuma 40.412 unit atau 33 persen dari jumlah pemudik yang belum kembali ke tempat kerjanya di Bali,” kata Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Sandi Untung.

Sandi Untung memperkirakan, pada seminggu kedepan di hari-hari kerja masih akan ada pemudik yang melakukan perjalanan balik ke Bali untuk bekerja.

Sandi menambahkan, data angkutan Idul Fitri 1438H tahun 2017 mulai tanggal 2 Juli pukul 08.00 WIB sampai 3 Juli 2017 pukul 08.00 WIB di pelabuhan Ketapang, tercatat kapal yang beroperasi sebanyak 33 unit sama, atau dengan  dari tahun lalu dengan jumlah trip naik 9 persen sebanyak 250 trip.

“Jumlah penumpang kapal di pelabuhan Ketapang sebanyak 54.841 orang naik 6 persen dari tahun lalu 51.726 orang. Untuk kendaraan roda 2 sebanyak 11.152 unit atau turun 9 persen dari tahun lalu 10.193 unit. Sedangkan kendaraan roda empat sebanyak 5.731 unit atau naik 1 persen dari tahun lalu 5.665 unit,” terang Sandi.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.