Semarak Surabaya Vaganza Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya 725

Petrus - 6 May 2018
Mobil hias bunga menyemarakkan gelaran Surabaya Vaganza menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Ribuan manusia memadati jalan-jalan utama Kota Surabaya, mulai Jalan Pahlawan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, hingga di Jalan Darmo di sekitar Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (6/5/2018). Masyarakat Surabaya dan sekitarnya tumpah di jalan, karena antusias ingin menyaksikan parade budaya dan bunga, yang pada tahun ini bernama Surabaya Vaganza.

Surabaya Vaganza digelar Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 725, diikuti 83 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), swasta, perguruan tinggi dan sekolah, serta BUMN dan BUMD. Mereka menampilkan berbagai atraksi serta kendaraan hias bunga aneka kreasi. Tidak ketinggalan pula tampilan dari kota-kota lain di luar Jawa Timur, maupun dari negara tetangga.

Sedikitnya, terdapat delapan negara anggota Unicef, yakni perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Cina, Vietnam, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Kamboja, turut menyaksikan tampilan dan atraksi peserta Surabaya Vaganza.

Bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengajak para perwakilan dari Unicef untuk foto bersama, dengan peserta yang hiasan bunganya dinilai bagus. Risma juga mengajak beberapa perwakilan Unicef untuk menari bersama dengan peserta dari Papua.

Mobil hias bunga menyemarakkan gelaran Surabaya Vaganza menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 (foto : Superradio/Srilambang)

 

Gunilla Olson, Kepala Perwakilan Unicef untuk Indonesia mengatakan, pihaknya sangat menikmati tampilan dan atraksi yang disajikan pada acara Surabaya Vaganza, yang seluruhnya sangat menarik dan bagus. Bahkan ia menilai Bhinneka Tunggal Ika sangat terkihat di Kota Surabaya, melalui aneka atraksi dan parade yang ditampilkan.

“Penampilannya sangat bagus dan fantastis. Ini sebuah gambaran bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar ada di Kota Surabaya. Bu Risma juga sangat patut dijadikan teladan di Indonesia ini, karena menunjukkan perhatian khusus kepada anak-anak, terutama anak-anak yang berpartisipasi menjadi peserta dalam Surabaya Vaganza ini,” kata Gunilla, usai menyaksikan atraksi dari peserta Surabaya Vaganza.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, agenda Surabaya Vaganza akan menjadi agenda tahunan yang bisa ‘dijual’ di luar negeri, sehingga akan menjadi destinasi wisata di periode mendatang.

“Kami sengaja meminta semua kelompok dan komunitas yang terdiri dari berbagai suku dan etnis, untuk ikut serta dalam Surabaya Vaganza ini, karena mereka juga tinggal di Surabaya,” kata Risma.

Mobil hias bunga menyemarakkan gelaran Surabaya Vaganza menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 (foto : Superradio/Srilambang)

 

Memasuki usia yang ke 725 tahun, Risma berpesan agar semua warga Surabaya semakin dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan.

“Kota ini adalah kota perjuangan. Maka dari itu saya mohon kepada seluruh warga Surabaya untuk tidak boleh mengenal kata menyerah, dan putus asa. Dan tidak boleh lari kalau ada masalah. Mari kita hadapi dan selesaikan masalah secara bersama-sama,” ujar Risma.

Risma juga mengajak masyarakat Surabaya untuk bersama-sama memegang teguh budaya gotong-royong, meskipun Surabaya telah berkembang menjadi Kota Metropolitan. Melalui budaya gotong-royong, Kota Surabaya dapat terus membangun dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Pada Bulan Juni nanti, Kota Surabaya akan mendapatkan penghargaan Lee Kwan Yeuw Award. Jadi, saya minta kepada warga Kota Surabaya untuk terus gotong-royong, karena itu menjadi pusaka yang membuat Kota Surabaya mampu sejajar dengan kota-kota lain di dunia,” lanjutnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.