Sektor Pariwisata Jawa Timur Tumbuh Positif Setiap Tahun

Petrus - 15 April 2018
Sekdaprov sekaligus Plh Gubernur Jawa Timur, Akhmad Sukardi (berpeci), saat membuka Majapahit Travel Fair beberapa waktu lalu (foto : Humas Pemrov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur tercatat mengalami peningkatan hingga 7,9 persen dalam lima tahun terakhir, 2013 hingga 2017. Pada periode itu pula, jumlah wisatawan nusantara juga mengalami kenaikan hingga 8,2 persen. Sekretaris Daerah Jawa Timur, Akhmad Sukardi, bertindak selaku Plh Gubernur Jawa Timur mengatakan, kenaikan itu menjadi indikator tren positif kinerja sektor pariwisata di Jawa Timur.

“PDRB sektor pariwisata Jawa Timur juga tumbuh cukup signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata kenaikan sebesar 11,8 persen,” kata Akhmad Sukardi.

Akhmad Sukardi menjelaskan, kenaikan itu juga menjadi bukti bahwa sektor pariwisata berperan penting untuk mendorong perekonomian di Jawa Timur, sehingga Pemprov Jawa Timur serius menggarap sektor pariwisata dengan menggelar sejumlah even, termasuk Majapahit Travel Fair setiap tahunnya.

“Event tahunan MTF ini adalah media ntuk mempromosikan, menjual budaya dan pariwisata yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timut, baik untuk nasional maupun internasional,” ujar Sukardi.

Melalui pameran pariwisata seperti Majapahit Travel Fair, diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan antara pelaku bisnis dengan promosi pariwisata skala internasional, sehingga diharapkan dapat menghasilkan transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Rata-rata kenaikan transaksi bisa mencapai 8,6 persen dalam lima tahun terakhir, dan berdasarkan pengalaman yang panjang dan sukses yang dicapai selama delapan belas kali pelaksanaan MTF, kami optimis tahun ini bisa meningkat,” tuturnya.

Hari Pertama, Transaksi Travex Naik 5 Persen

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Jarianto mengatakan, transaksi Travel Exchange (Travex) pada hari pertama MTF menunjukkan progress memuaskan, mencapai Rp. 57,9 miliar, atau meningkat 5 persen dibandingkan tahun 2017 yang mencatatkan transaksi Rp. 55 miliar.

Gunung Bromo, Kota Batu, Kota Malang, Taman Nasional Baluran, Kawah Ijen, dan Surabaya City Tour, menjadi produk wisata yang paling diminati buyer, terutama dari luar negeri yang menjadi target pasar pariwisata Jawa Timur.

“Kami berharap tahun 2018 ini hasil transaksinya lebih meningkat dari tahun sebelumnya” kata Jarianto.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.