Sejumlah Sekolah di Kediri Digabung Saat UNBK 2017

Petrus - 15 March 2017
Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota dan Kabupaten Kediri (foto : Superradio/Rachman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah SMA dan SMK di Kediri Kota dan Kabupaten, terpaksa harus digabung atau dimarger dengan sekolah lain saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kondisi ini terjadi karena kendala kelengkapan prasarana UNBK, dan sekolah yang dinyatakan belum terakreditasi.

Dikatakan oleh Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, penggabungan atau marger dilakukan bagi sekolah yang tidak memiliki sarana penunjang UNBK seperti piranti komputer untuk siswa menjalankan ujian.

“Ada beberapa sekolah itu SMA dan SMK, itu yang menggabungkan, karena tidak mempunyai komputer. Kemudian tidak berakreditasi, sehingga sekolah tersebut harus menggabung kepada sekolah yang mempunyai komputer,” kata Trisilo Budi.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Cabang Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Kediri mencatat, jumlah sekolah yang akan dimarger dalam pelaksanaan Ujian Nasional berbasis Komputer berjumlah 6 institusi pendidikan setingkat SMA/MA.

“Untuk SMK terdapat 2 sekolah yang dimarger di wilayah Kota Kediri,” ujar Trisilo.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Kediri terdapat 6 sekolah yang harus dimarger dari 44 SMK yang ada. Sedangkan tingkat SMA/MA ada 19 sekolah yang dimarger dari 65 sekolah yang ada.

Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi gangguna teknis dalam pelaksanaan UNBK, dengan memberikan bimbingan teknis kepada Proktor dan atau Teknisi di sekolah.

“kita lakukan bimtek untuk teknisi agar bisa bertindak cepat kalau ada masalah teknis saat UNBK,” imbuhnya.

Pelaksanaan UNBK dilakukan pada tanggal 3-6 April 2017 untuk tingkat SMK, sedangkan untuk SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 10-23 April 2017.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.