Sebagian Wilayah Gresik Tergenang Banjir Luapan Kali Lamong

Petrus - 6 February 2017
Ilustrasi, Waduk Ngipik di Kabupaten Gresik diharapkan menjadi salah satu tempat penampungan air saat musim hujan (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Intensitas hujan yang tinggi di Jawa Timur mengakibatkan beberapa daerah dilanda banjir, seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Gresik, Minggu (5/2/2017). Meluapnya Kali Lamong akibat curah hujan yang tinggu menyebabkan beberapa kawasan di Gresik terendam banjir, seperti di wilayah Kecamatan Benjeng, Cerme dan Menganti.

Kawasan yang tergenang meliputi rumah warga, persawahan dan jalan desa. Di Kecamatan Benjeng, banjir paling parah menggenangi beberapa desa diantaranya Desa Kedungrukem, Desa Bulurejo, serta Desa Lundo.

Untuk Kecamatan Cerme, beberapa desa yang paling parah tegenang meliputi Desa Sukoanyar, Desa Morowudi, dan Desa Iker-Iker. Sedangkan untuk Kecamatan Menganti, banjir menggenangi Desa Gadingwatu, Desa Boboh, serta akses Jalan Raya Boboh-Benowo, yang masih tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Di Desa Iker-Iker, Kecamatan Cerme ada 310 rumah yang tergenang. Persawahan tergenang 107 hektar. Tambak tergenang seluas 40 hektar. Jalan Desa tergenang sepanjang 2.500 meter dengan tinggi genangan 130 cm,” kata Sudarmawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Selain luapan Kali Lamong, ada tiga desa di Gresik yang terkena imbas luapan Sungai Bengawan Solo, diantaranya Desa Bungah, Desa Dukunanyar dan Desa Bangeran.

“Genangan di wilayah sepanjang aliran Bengawan Solo masih bertahan, meskipun ada peningkatan tinggi muka air (TMA) tetapi tidak terlalu tinggi, karena air laut sedang surut,” lanjutnya.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menanggulangi banjir, diantaranya mendirikan Posko Lapangan di Kantor Kecamatan Cerme, melakukan pemantauan tinggi muka air Kali Lamong dan Bengawan Solo, serta menyiagakan Perahu Fiber di lokasi banjir. Selain itu juga dibagikan karung plastik, makanan siap saji bagi warga, dan monitoring perkembangan banjir.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait pendirian dapur umum di lokasi pengungsian,” imbuhnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.