Solidaritas Santri Kediri untuk Jokowi-Amin

Yovie Wicaksono - 11 April 2019
Halaqah Siyasah Santri Milenial, di Kediri, Rabu (10/4/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebanyak 1500 santri Pondok Pesantren se Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar pengajian dan doa bersama dalam acara Halaqah Siyasah Santri Milenial dengan tema Pemikiran Aswaja dalam Bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), pada Rabu (10/4/2019).

Rismi Haitami Hazizi mengatakan, acara ini digelar untuk menggalang solidaritas sekaligus koordinasi untuk kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo – KH Maruf Amin.

“Kita berkumpul disini sebagai bentuk solidaritas KH Maruf Amin jadi cawapres tahun 2019 – 2024. Ini adalah bentuk loyalitas, dimana kita punya jargon santri ikut kyai. Ketika kyai dawuh dan kyai punya hajat sebagai santrinya kita wajib untuk menyukseskan acara tersebut,” ujarnya.

Ia juga menilai Joko Widodo sebagai pemimpin yang sangat baik dan peduli terhadap kelangsungan hidup Pondok Pesantren.

“Santri milenial melihat sosok bapak Joko Widodo sangat bagus, karena beberapa tahun terakhir ini sangat perhatian, terutama bagi santri milenial baik dalam sistem Pondok Pesantren, sistem pengajian Madrasah sangat dijaga dan diperhatikan oleh bapak Jokowi,” tambahnya.

Ia berharap, seluruh santri Pondok Pesantren se Kota dan Kabupaten Kediri dapat berkontribusi memberikan sumbangsih suaranya untuk menjadikan Joko Widodo dan KH Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, Ia juga menargetkan Joko Widodo – KH Maruf Amin antara 70 hingga 80 persen untuk wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Target tersebut dinilai realistis dikarenakan Kota dan Kabupaten Kediri selama ini dikenal sebagai wilayah lumbung Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Agar target yang dicanangkan tercapai, pihaknya akan terus berupaya berkoordinasi turun langsung. “Insya Allah dengan kita konsolidasi turun ke bawah, door to door kita bisa mencapai target tersebut,” katanya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan ikrar dukungan yang dibacakan, yakni berpegang teguh pada aqidah dan ajaran islam Ahlus Sunnah wal Jamaah dan menjaga keutuhan NKRI, melawan segala bentuk fitnah ataupun ujaran kebencian.

Selain itu juga melawan paham radikalisme, bersedia bergerak satu komando dalam mendukung, mengawal, dan memenangkan calon presiden nomor urut 01. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.