“Santet” di Museum Kesehatan

Yovie Wicaksono - 28 April 2018

SR, Surabaya – Apa yang terbayang saat mendengar kata santet? Pasti  tidak lepas dari hal-hal mistik, dan apa jadinya jika hal-hal mistik itu dihubungkan dengan dunia kesehatan? Pertanyaan itu akan terjawab saat berkunjung ke Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Jalan Indrapura 17, Surabaya, Jawa Timur.

Museum yang dikenal dengan sebutan museum santet ini terbagi dalam empat ruangan. Pertama adalah ruang kesehatan sejarah, ruang kesehatan IPTEK, ruang kesehatan budaya dan museum luar.

Di ruang kesehatan sejarah, terdapat barang-barang dan foto-foto yang menggambarkan sejarah kesehatan medis di Indonesia, seperti tokoh kesehatan Indonesia, ijazah dokter dan baju seragam STOVIA (Sekolah Kedokteran jaman Belanda) , termasuk di dalamnya sejarah singkat pendirian Museum Santet ini. Di dalam ruangan ini juga tersimpan celana anti-pemerkosaan.

“Di ruangan ini khusus untuk koleksi sejarah kedokteran serta alat-alat medis lainnya,” kata  Harijadi Soeparto, Pendiri Museum Kesehatan.

Sedangkan di ruangan kesehatan IPTEK dipamerkan beberapa inovasi alat kesehatan seperti alat untuk mensterilkan air. Ada pula benda-benda hasil daur ulang yang berhubungan dengan kesehatan serta peralatan pemulung dan kotoran manusia (tinja) yang dibuat tepung kemudian menjadi kue yang konon dijual di salah satu restoran di Jepang.

Terdapat tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, lalu hewan yang dipercaya dapat menyebarkan penyakit seperti sapi, kupu-kupu, trenggiling, tikus, nyamuk, dan musang. Selain itu juga ada replika tubuh manusia yang bisa dibongkar pasang.

Diantara kesehatan sejarah dan IPTEK, pengunjung akan dibawa ke ruangan kematian. Di ruangan ini terdapat peti mati berisikan tengkorak. Tidak jauh dari peti tersebut ada juga tempat yang berisi abu jenazah. Terdapat juga ruangan khusus yang bertuliskan “Dunia Lain”.

Ruangan ini hanya dibuka atas permintaan pengunjung dan harus didampingi oleh Harijadi Soeparto, pendiri museum. “Ruangan tersebut kuncinya saya bawa. Dan, hanya bisa masuk bersama dengan saya,” ujarnya kepada Super Radio.

Ruangan yang menjadi favorit pengunjung adalah ruang kesehatan budaya. Di ruangan ini terdapat koleksi yang berhubungan dengan dunia mistik, seperti keris, minyak pemikat, jailangkung, boneka nini towok dan papan quija, sebuah permainan yang dipercaya dapat mendatangkan roh.

Ruangan yang tergolong baru adalah museum luar. Di bagian ini, pengunjung diajak untuk mengenal berbagai macam tanaman toga hingga “khasiat” bangunan berbentuk piramid dan sangkar burung.

Museum kesehatan ini adalah bekas rumah sakit kelamin terbesar di Asia Tenggara dan berdiri 16 Desember 2003.

Museum ini merupakan penghargaan kepada Adhyatma yang pernah menjabat Menteri Kesehatan pada 1988 – 1993. Buka setiap hari Senin – Jum’at dari 09.00 – 14.30 WIB. Biaya tiket masuk Rp 1.500.

Berkunjung ke museum kesehatan, tidak hanya menambah wawasan kesehatan, namun juga soal kepercayaan mistik masyarakat Indonesia yang masih terjadi hingga saat ini. Museum ini juga ingin memberikan pemahaman kalau hal-hal mistik seperti santet bisa dideteksi secara medis. (fos/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.