Sampah Ditukar Sembako, Warnai Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Kediri

Petrus - 5 March 2017
Warga Kota Kediri menimbang sampah plastik untuk ditukar dengan sembako (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pemerintah Kota Kediri berencana akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang baru, untuk menampung sampah di Kota Kediri yang volumenya semakin meningkat. Setiap harinya volume sampah yang dihasilkan di Kota Kediri mencapai 120 ton, sedangkan TPA yang ada saat ini dirasa sudah tidak mampu menampung sampah yang masuk.

Luasan TPA yang saat ini ada di wilayah Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, hanya mencapai 6 hektar. Kepala Bidang Kebersihan dan Pengolahan Sampah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kediri, Roni Yusianto mengatakan, rencananya pada akhir 2019, TPA sampah yang baru akan dibangun di Kota Kediri.

“Luas lahan TPA kita yang sekarang ini sangat kecil sekali, artinya dalam satu sampai dua tahun kedepan daya tampungnya akan habis,” kata Roni.

Penanganan sampah kata Roni, diperlukan penanganan secara menyeluruh, termasuk upaya mengurangi sampah dari sumber sampah yang dirasa jauh lebih penting. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2017, dengan tema Indonesia Bebas Sampah pada tahun 2020, DKP Kota Kediri mengajak masyarakat maupun kader bank sampah se-Kota Kediri untuk peduli terhadap sampah dan pengelolaannya.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan sampah, salah satunya dengan menggalakkan bank sampah di setiap kampung. DKP Kota Kediri sampai saat ini telah memiliki kader bank sampah, yang jumlahnya hampir mencapai seratus orang. Pada umumnya anggota bank sampah mempunyai keterampilan atau kemampuan, untuk mengelola sampah menjadi barang yang bisa dimanfaatkan, seperti tas dan lain sebagainya.

Pada kegiatan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2017 di Taman Sekartaji, Kota Kediri, diadakan berbagai acara seperti Fashion Show, aksi memunguti sampah, dan penukaran sampah kering dengan sembako. Sampah yang ditukarkan dengan sembako berupa sampah kering seperti koran, botol dan kaleng alumunium.

“Semua kegiatan ini berhubungan dengan sampah. Ada peragaan busana oleh pelajar menggunakan bahan dari sampah daur ulang. Sampah tukas sembako, seperti minyak goreng, mie instan, gula dan sayuran,” ujar Roni.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.