Sambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 725, Puluhan Mobil Hias dan Pawai Budaya Siap Hibur Warga Kota

Petrus - 5 May 2018
Salah satu peserta yang mengikuti Parade Budaya dan Bunga pada periode sebelumnya, dari Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar kegiatan Surabaya Vaganza dalam rangka memperingati Jari Jadi Kota Surabaya ke 725. Sebanyak 83 peserta dari dalam dan luar negeri akan terlibat dalam kegiatan yang dulunya bernama Parada Budaya dan Bunga, Minggu 6 Mei 2018.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya yang juga Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Surabaya, Hidayat Syah mengungkapkan, Surabaya Vaganza dimeriahkan 41 peserta mobil hias, 42 peserta pawai budaya dan drumband. Selain dari Surabaya, peserta berasal dari berbagai daerah diantaranya Nias, Minang, Lampung, Bali, Bogor, Papua, India, Maluku Barat Daya, Tapanuli, Sulawesi Selatan, NTT, dan Konsulat Jenderal Jepang.

“Mereka sudah konfirmasi siap datang. Sebenarnya banyak yang daftar, tapi kami batasi hanya 83 peserta itu,” kata Hidayat.

Surabaya Vaganza akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan diberangkatkan dari depan kantor Bappeprov Jawa Timur di jalan Pahlawan, melewati Jalan Kramat Gantung, Gemblongan, Tunjungan, Gubernur Suryo, Panglima Sudirman, Darmo, dengan finish di Taman Bungkul.

“Acara ini nantinya akan disaksikan langsung oleh anggota Unicef dari berbagai negara, yang juga menggelar acara di Surabaya,” kata Hidayat.

Kegiatan ini, imbuh Hidayat, merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari produk industri pariwisata di Surabaya. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata, sehingga pihak perhotelan dan restoran di Surabaya juga ikut mempromosikan agenda besar ini.

“Agenda ini sudah ‘dijual’ sejak akhir tahun 2015 lalu. Agenda ini ikut masuk dalam promo hotel dan restoran di Surabaya,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait pengamanan acara Surabaya Vaganza, Polrestabes Surabaya mengerahkan 198 personil. Sedangkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyiagakan sebanyak 200 personil dan 50 penjaga parkir, yang tersebar di beberapa titik yang menjadi rute Surabaya Vaganza. Polisi dan Dishub, juga telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas, serta menyediakan kantong-kantong parkir yang dapat dimanfaatkan warga yang menonton.

“Masyarakat silahkan menyaksikan acara ini, dan kami imbau supaya tertib lalu lintas, terutama parkirnya, karena kami sudah menyediakan tempat parkir untuk para pengunjung,” kata AKP Moch Su’ud, Kaur Bin Ops Polrestabes Surabaya.

Berikut beberapa pengalihan arus lalu lintas saat acara. Dari arah Jalan Veteran dibelokkan ke kanan arah Jalan Stasiun Kota, dan ke kiri Jalan Kebun Rojo. Sedangkan arus lalu lintas dari arah Jalan Stasiun Kota menuju Jalan Semut Kali, kemudian ke Jalan Peneleh kemudian ke Jalan Achmad Jais hingga Jalan Undaan Kulon. Arus Lalu lintas dari arah Jalan Bubutan yang akan mengarah Jl. Pahlawan dibelokkan ke kiri Jalan Indrapura.

Dari Jalan Jalan Tembaan yang akan mengarah Jalan Pasar Besar dan Jalan Pahlawan dibelokkan ke kiri masuk Jalan Bubutan-Jalan Indrapura. Dari Jalan Sulung dan Jalan Semut Kali diluruskan ke arah Jalan Peneleh, dari Jalan Jagalan ke Jalan Pasar Besar dibelokkan ke kiri masuk Jalan Peneleh-Achmad Jais, disimpang empat Jagalan-Pasar Besar.

Arus dari Jalan Bubutan yang akan masuk ke Jalan Pahlawan melewati Jalan Penghela ditutup, diluruskan ke utara  lewat Jalan Kebonrojo-Semut Kali dan seterusnya. Dari Jalan Peneleh arah Jalan Kramat Gantung ditutup, dan diluruskan ke Jalan Achmad Jais-Undaan dan seterusnya.

Dari Jalan Genteng Kali arah Jalan Tunjungan dibelokkan ke kanan di jembatan depan Graha Perhutani masuk Jalan Undaan. Dari arah Jalan Kranggan ke Jalan Tunjungan dibelokkan kiri masuk Jalan Bubutan. Dari Jalan Blauran belok ke kanan Jalan Praban-Tunjungan diluruskan masuk Jalan Bubutan.

Dari Jalan Basuki Rachmad yang akan putar balik masuk Jalan Gubernur Soerjo, diluruskan ke utara masuk Jalan Embong Malang. Dari Jalan Pemuda mengarah ke Jalan Panglima Sudirman ditutup, diarahkan masuk ke Jalan Yos Sudarso.

Dari Jalan Wali Kota Mustajab dan Ngemplak yang akan masuk Jalan Gubernur Soerjo lewat Jalan Simpang Dukuh, dibelokkan ke kanan masuk Jl. Genteng Kali-Undaan. Lalu lintas arah Jalan Genteng Besar yang akan masuk Jalan Gubernur Soerjo lewat Jalan Simpang Dukuh, dibelokkan ke kiri masuk Jalan Genteng Kali-Undaan.

Arus dari jalur lambat (sisi timur) dikosongkan, digunakan pawai dan ditutup di jalur samping yang mengarah ke Jalan Panglima Sudirman, arus lalin ditutup dan dialihkan di simpang empat Indosat Jalan Keputran-Kayoon (khusus yang mengarah ke Jalan Panglima Sudirman). Dari arah timur Jalan Sulawesi-Keputran diarahkan ke selatan di Jalan Dinoyo. dari arah barat Jalan Pendegiling dibelokkan ke kanan lewat Jalan Imam Bonjol.

Arus lalin dari barat arah ke Timur Jalan Dr. Soetomo dibelokkan ke kiri Jalan Urip Sumoharjo. Dari timur yg akan ke barat Jalan Dr. Soetomo dilewatkan Jalan Dinoyo ke selatan. Arus lalin sudah dikosongkan karena telah dialihakan di simpang empat Jalan Bengawan-Serayu dan di TL Jalan Bengawan-Darmokali. Arus yg mengarah ke Jalan Bengawan ditutup, diluruskan ke Selatan maupun ke Utara Jalan Darmokali.

Sementara untuk penataan parkir di titik start atau di Monumen Tugu Pahlawan, yaitu untuk VIP di Pasar Besar Wetan memuat 25 Mobil dan 50 Motor. Untuk parkir umum di halaman Tugu pahlawan memuat 50 motor. Sedangkan penataan parkir di titik finish atau di sekitar Taman Bungkul, yaitu untuk VIP diletakkan di Jalan Progo. Khusus untuk undangan dan Peserta bisa di Jalan Ciliwung, KBS, Jalan Porong, Jalan Citarum, Jalan Yuwono, Jalan Serayu, Jalan Marmoyo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.