Saatnya Pancasila Jadi Pembicaraan Publik

Yovie Wicaksono - 6 December 2018
Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Jakarta, Minggu (14/10/2018). Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Komunitas Bela Indonesia (KBI) mengatakan bahwa ini saatnya Pancasila menjadi pembicaraan publik guna mencegah ekspresi marah dan curiga yang dapat menggerus persatuan bangsa.

“Akhir-akhir ini sektarianisme dan politisasi agama semakin menguat dan menunjukkan bahwa falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sudah mulai tergerus serta mengobok-obok persatuan masyarakat kita,” ujar Anick HT, Koordinator KBI, di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Melansir Antara, Anick mengatakan, dari dulu agama adalah bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun sayangnya, kini, pandangan dan ekspresi keagamaan yang muncul di ruang publik justru pandangan-pandangan yang tidak bisa menerima keberagaman.

“Inilah salah satu alasan kenapa dukungan masyarakat kepada Pancasila semakin menurun,” katanya.

Dalam riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menemukan data yang mengkhawatirkan. Dari 2005 sampai 2018, dukungan warga kepada Pancasila terus menurun. Pada 2015, dukungan masyarakat kepada Pancasila mencapai 85,2 persen kemudian turun menjadi 75,3 persen pada 2018, atau mengalami penurunan 10 persen selama 13 tahun terakhir.

Pada sisi lain, dalam kurun survei yang sama, pendukung NKRI bersyariah naik 9 persen. Publik yang pro NKRI bersyariah tumbuh dari 4,6 persen pada 2005 menjadi 13,2 persen pada 2018.

Kondisi ini yang menjadi salah satu penggerak dilaksanakannya kegiatan pelatihan juru bicara Pancasila yang digelar oleh KBI di 25 Provinsi. Pelatihan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kembali dukungan masyarakat terhadap Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Pelatihan ini ingin menyinggung kembali kesadaran kita sebagai civil society untuk turut memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara kita. Pancasila bukan hanya jadi urusan aparatur negara tetapi harus jadi perbincangkan publik,” tambah Anick.

Selain di Batam, pelatihan Jubir Pancasila juga dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan selama empat hari tiga malam, sejak 30 November hingga 3 Desember 2018. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.