Ribuan Pelajar Menari Massal di HUT Kabupaten Kediri

Yovie Wicaksono - 25 March 2019
Ribuan Pelajar Menari Massal di HUT Kabupaten Kediri, Senin (25/3/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menyambut hari jadi Kabupaten Kediri ke-1215, ribuan pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Kediri, terlibat dalam tarian massal di area Simpang Lima Gumul Kediri, Senin (25/3/2019) siang.

Sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) nampak hadir, diantaranya Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan Wakil Bupati Masykuri.

Seni gerak tari budaya yang ditampilkan terbagi dalam lima segmen. Masing masing segmen memiliki komposisi gerak, kostum, serta alur makna cerita yang berbeda.

Seni tari yang dipertontonkan mengandung makna cerita diantaranya Hartungkara (doa) adalah komunikasi yang dilakukan orang Jawa sebagai bentuk permohonan dan pasrah akan kodrat yang akan terjadi. Dalam hal ini disampaikan dalam bentuk ungkap komposisi seni gerak dan teatrikal.

Topeng panji gagahan alus, sang panji adalah sosok satria alus sebagai figur yang diidolakan oleh banyak orang, yaitu tokoh yang meledeni dalam hal prinsip kehidupan pola sederhana, peduli terhadap sesama, arif, serta bijaksana.

Sarinjingku, dari kata rinjing yaitu peralatan yang terbuat dari bambu multiguna, merupakan hasil karya tangan-tangan terampil masa lampau dan masih ada hingga saat ini. Agar mendapat tempat di masyarakat, rinjing di perjuangan melalui media seni tari, bertujuan menanamkan rasa cinta dan menghargai akan produk anti polusi kepada generasi penerus.

Sang Bagawanta Bhari, menceritakan legenda asal usul sungai Harinjing, dimana kemarau panjang yang meresahkan masyarakat karena tidak ada air. Kedatangan sang Bagawanta Bhari mengajak masyarakat berdoa bersama, berserah semua nasib sumede ing ngarsaning gusti yang akhirnya mendapat petunjuk.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengatakan, masyarakat Kabupaten Kediri sekarang ini lebih tahu tentang tanggal peringatan hari jadi. Hal ini berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya, dimana masyarakat masih kurang mengerti.

“Untuk masyarakat Kabupaten Kediri sekarang sudah tau hari jadinya. Kalau dulu belum tahu, hanya lingkup pemerintah daerah saja, sekarang sudah bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat sampai ke desa desa. Harapan saya tahun depan kita peringati lebih meriah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kementerian dan Informasi Kabupaten Kediri, Krisna Setiyawan menjelaskan jumlah pelajar yang terlibat dalam tarian massal yakni sebanyak 1215 pelajar, dengan persiapan selama satu bulan. Rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Kediri sendiri mulai dilaksanakan pada Maret hingga awal April.

“Masing-masing tari ada maknanya, total peserta ada 1215. Momentum hari jadi ini diharapkan, seluruh elemen yang ada di Kabupaten Kediri baik pemerintah mau pun mayarakat dapat bersinergi lagi,” ujar Krisna. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.