Ribuan GTT/ PTT di Ponorogo Lakukan Aksi Doa Bersama

Petrus - 27 September 2018

SR, Ponorogo – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pekerja Tidak Tetap (PTT) di seluruh Kabupaten Ponorogo melakukan aksi doa bersama, memprotes kebijakan pemerintah tentang batasan usia 35 tahun bagi guru honorer yang boleh mengikuti tes CPNS. Aksi dilakukan di tengah alun-alun Ponorogo, di bawah terik panas matahari.

Aksi yang berlangsung damai dan tertib ini mendesak pemerintah merevisi Undang-Undang Aparatut Sipil Negara (ASN) no. 5 Tahun 2015. Para GTT/ PTT ini juga melakukan aksi pengumpulan tanda tangan, sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan atas nasib mereka.

“Karena hanya itu (revisi UU ASN no. 5 tahun 2015) muara kami, khususnya GTT/ PTT di bidang pendidikan untuk bisa menjadi PNS,” kata Ketua Forum GTT/ PTT TK/ SD Negeri Ponorogo, Dwi Wahyu Nugroho, Kamis (27/9/2018).

Wahyu menjelaskan, saat ini dirinya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) legalitas hukum GTT/ PTT berupa Surat Perintah Tugas (SPT) untuk 2000 GTT/ PTT di Ponorogo.

“Sementera untuk jumlah GTT/ PTT sekitar 2.500-an orang, sisanya akan ada kebijakan tersendiri dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Kebijkaan ini nantinya akan dilihat dari kebutuhan guru di masing-masing sekolah, larena hasil verifikasi terakhir dari dinas pendidikan mengakomodir sekitar 200 orang.

Wahyu menuturkan, SPT nantinya dapat dimanfaatkan oleh GTT/ PTT sebagai sarana untuk mengikuti sertifikasi guru dan mengikuti diklat PPG. Selain itu, daerah akan memberikan insentif tersendiri bagi GTT/ PTT, yang telah mendapatkan SPT.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno menjelaskan, SPT bukanlah syarat untuk pengangkatan (PNS), karena yang berhak mengangkat adalah pemerintah pusat. SPT ini dapat digunakan untuk pencairan dana bos, sebagai insentif untuk GTT/ PTT.

“Tidak ada syarat khusus untuk mendapatkan SPT ini, yang sudah terdata oleh dinas pendidikan nantinya akan mendapatkan SPT,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.