Relawan Jokowi Jatim Gelar Baksos Kesehatan di Kediri

Petrus - 4 May 2018
Relawan Jokowi Jawa Timur menggelar baksos kesehatan pada warga di Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Forum Komunikasi Relawan Jokowi Provinsi Jawa Timur, menggelar Bakti Sosial di Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jumat (4/5/2018). Bakti sosial ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kesehatan kaum perempuan di Kediri.

Bakti sosial diutamakan pada daerah yang menjadi basis penyedia tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemeriksaan dini kanker serviks, dan kanker payudara.

Menurut Noviana Suprayitno, selaku Divisi Perempuan Forum Komunikasi Relawan Jokowi Provinsi Jawa Timur, diselenggarakanya kegiatan Baksos ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan kaum perempuan.

Hal yang memprihatinkan adalah penyakit kanker saat ini menempati urutan ke empat, sebagai penyakit mematikan di Indonesia. Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan dini penyakit kanker sangat penting disampaikan ke masyarakat, agar mereka tahu dan peduli dengan kondisi kesehatanya. Selama ini, pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit kanker dirasa masih minim.

“Supaya orang mengerti betapa pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui Ivatest,” ujarnya.

Noviana beranggapan,  buruh migran perempuan merupakan kelompok paling rentan terkena kanker serviks. Maka, pihaknya memang memilih beberapa daerah yang merupakan kantong penyedia TKI, untuk dilakukan bakti sosial kesehatan. Selain Kediri, ada juga daerah yang telah didatangim yaitu Trenggelak, dan Lamongan. Dari sejumlah tempat yang telah didatangi, tidak ditemukan warga yang terkena dua penyakit itu.

“Kebanyakan Virus HPV berkembang pada tenaga kerja dari luar atau orang asing. Sasaran kita sebenarnya adalah buruh migran perempuan,” tuturnya.

Noviana menambahkan, sejak pertengahan tahun 2017, Ibu Negara Iriana Jokowi sudah mencanangkan deteksi dini secara serentak, di Kementerian dan BUMN.

“Kegiatan ini kan supaya masyarakat memperoleh kesempatan yang sama, memang mahal kalau periksa, di dokter itu Rp. 250 ribu sekali periksa untuk deteksi dini. Sekarang berkat bantuan dari teman-teman Forum Komunikasi Relawan Jokowi, kita mendapat bantuan logistik untuk mengadakan ini secara gratis,” pungkasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.