Rawan Longsor Susulan, Pencarian Korban Longsor Ponorogo Dihentikan

Petrus - 10 April 2017
Ilustrasi. Polisi mencari korban yang masih hilang akibat longsor Ponorogo dengan melibatkan anjing pelacak (foto : Superradio/Sugeng Harianto)

SR, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghentikan proses pencarian korban tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, setelah sebelumnya melakukan rapat koordinasi antara BPBD, Basarnas, Kepolisian, TNI dan warga.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni selaku penanggung jawab penanganan bencana longsor mengungkapkan, penghentian evakuasi diambil dengan pertimbangan terjadinya longsor susulan pada Minggu (9/4/2017) siang, sempat membuat panik proses pencarian korban yang sedang berlangsung.

“Kita sudah memutuskan, mengingat lokasi sangat berbahaya, bahkan kemarin longsor susulan menakutkan tim evakuasi, sampai berteriak teriak memanggil rekan sesama relawan yang di bawah tanah yang bergerak,” jelas Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni.

Minggu siang sekitar pukul 12.10 WIB terjadi longsor susulan dari Sektor A yang berakibat ke Sektor B, Sektor C, dan Sektor D.Aakibat longsor susulan, satu ekskavator tertimbun longsoran di sektor D, tiga alat komunikasi terseret lumpur dan air, jalan baru yang dibuka pada Sabtu (8/4/2017) di sektor D tertutup longsor.

Setelah resmi dihentikan, selanjutnta BPBD dan tim Basarnas akan mengembalikan aliran sungai sebagai mana mestinya, agar tidak membahayakan warga. Dengan dihentikannya proses pencarian korban, berarti masih ada 24 korban hilang tertimbun longsor.(sh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.