Ratusan Tumpeng Meriahkan HUT RI Ke-73

Petrus - 16 August 2018

SR, Ponorogo – Sebanyak 110 tumpeng aneka bentuk menghiasi lapangan di kampus IAIN Ponorogo yang berada di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Selain ratusan tumpeng, 2.700 mahasiswa dengan berbagai atributnya bersemangat menyanyikan lagu Indonesia Raya, yel-yel mahasiswa, serta mengibarkan ratusan bendera Merah Putih.

“Kegiatan ini untuk memupuk rasa nasionalisme mahasiswa baru terhadap diri mereka karena banyak aliran yang meruntuhkan kekuatan NKRI,” kata Kepala Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Iswahyudi, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, mahasiswa baru harus dipupuk semangat nasionalismenya, karena perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran mahasiswa. Ia mengingatkan, sejak tahun 1908, 1928, 1945, dan 1967, mahasiswa selalu ikut berjuang.

“Tahun 1998 ketika reformasi juga mahasiswa, maka dari itu mahasiswa harus kita bentengi karena mereka menjadi pilar yang kuat untuk memajukan Indonesia sekaligus menjaga NKRI,” imbuhnya.

Selain itu, dipilihnya tumpeng sebagai bagian untuk memperingati HUT-RI karena filosofi tumpeng sendiri yang mengandung nilai lokalitas khas Ponorogo. Tumpeng juga berarti tentang bagaimana mensyukuri nikmat Tuhan YME.

“Tumpeng itu paling bawah besar, tapi semakin ke atas dia semakin mengerucut kepada Tuhan YME,” terangnya.

Setelah selesai upacara, tumpeng-tumpeng ini kemudian dibagikan kembali kepada masing-masing kelompok mahasiswa untuk dimakan bersama kelompoknya. Iswahyudi pun berharap kepada para mahasiswa, dengan acara seperti ini agar tidak mudah terpengaruh olah faham-faham yang dapat memecah belah NKRI.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Salsabila Husna menuturkan, dirinya membuat tumpeng ini bersama kelompoknya sejak pukul 8 malam sampai selesai menghias pukul 3 pagi. Mahasiswa asal Serang, Banten ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari peringatan HUT RI ke 73 yang diadakan di kampusnya.

“Ini sebagai bentuk saya mensyukuri kemerdekaan Indonesia atas jasa para pahlawan, karena mereka telah berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mengusir penjajah,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.