Ratusan Kepala Keluarga Bersedia Direlokasi dari Pantai Boom

Yovie Wicaksono - 7 February 2017
Suasana Dusun Krajan, Kelurahan Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Saat Dilihat dari Udara. (Foto : Superradio/Krishna Adi)

SR, Banyuwangi  – 123 kepala keluarga (KK) yang tinggal di area Pantai Boom akhirnya bersedia direlokasi. Kesediaan itu terjadi setelah ada kesepakatan antara warga dengan PT Pelindo III dan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) soal jumlah uang kerahiman.

Plt. Lurah Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi Sigit Budi W mengatakan, kesepakatan terjadi, setelah PT PPI dan PT Pelindo III bersedia menambahkan jumlah uang kerahiman menjadi Rp.4,5 Juta dari Rp.2 Juta.

Warga juga sepakat untuk membeli tanah sendiri dari uang kerohiman tersebut, karena mereka tidak bersedia dipindah ke wilayah Desa Ketapang seperti yang telah direncanakan sebelumnya.  “Jadi warga minta uang kerahiman yang sebelumnya sekitar Rp.2 juta menjadi Rp.4,5 juta. Uangnya, akan dibuat warga untuk membeli tanah di daerah Klatak,” ujar Sigit, Selasa (7/2/2017).

Uang kerahiman itu nantinya tidak akan diberikan dalam bentuk cash (tunai), melainkan ditransfer langsung ke rekening warga yang nanti pembuatannya akan difasilitasi PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

“Rekeningnya nanti PT. KAI yang akan membantu untuk membuatkan.Nanti PT KAI juga yang akan mengatur pembagiannya sesuai dengan jumlah warga yang namanya sudah diajukan oleh ketua RT, kalau  tidak salah ada 123 orang” imbuh Sigit.

Sementara itu, Ketua RT1/RW1, Lingkungan  Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi Saknan mengatakan,  warga tidak mau dipindahkan ke wilayah Desa Ketapang dengan berbagai alasan. Karena itu usai terjadi kesepakatan soal uang kerahiman, warga  sepakat membeli sendiri tanah seluas 3.700 meter persegi di dekat Perumahan Klatak yang nantinya akan dijadikan tempat tinggal.

Setidaknya pada akhir Februari 2017 nanti  warga telah berpindah seluruhnya  dari Pantai Boom. “Setiap KK dapat Rp.4,5 juta, total ada 123 Kepala Keluarga (KK). Warga akan mendapatkan total uang kerahiman Rp.550 juta. Dana ini nantinya akan langsung diwujudkan tanah di selatan Perumahan Klatak, barat kantor Radar Banyuwangi. Per KK nanti memperoleh jatah tanah seluas 5,5 meter persegi,” jelas Saknan.

Humas PPI, Lutfi Rizki Nurma, saat dikonfirmasi superradio via telepon membenarkan telah ada kesepakatan dengan warga. “Ini masih pendataan dulu, nanti kalau sudah selesai baru dibayarkan. Setelah itu baru progress pembangunan bisa kembali dilanjutkan,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini. (ka/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.