Puti Guntur Soekarno Kunjungi Pasar Blambangan dan Coba Jajan Pasar

Petrus - 28 January 2018
Mbak Puti sedang membeli jajanan pasar Gerontol dan mencicipinya (foto : Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi – Puti Guntur Soekarno, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur dari pasangan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan di Kabupaten Banyuwangi, salah satunya mengunjungi Pasar Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (27/1/2018).

Tiba di pasar tradisional tersebut, Mbak Puti, sapaan akrabnya, langsung menyapa masyarakat yang ada di sana, baik pembeli maupun pedagang.

“Selamat pagi ibu-ibu, sedang belanja apa,” sapa Mbak Puti sambil menyalami beberapa perempuan yang menenteng tas palstik berisi belanjaan.

Didampingi beberapa pengurus PDI Perjuangan, PKB dan parpol pengusung lainnya, Puti menyapa pedagang di los-los pasar, mulai dari pedagang sayur, buah-buahan, hingga pedagang baju.

Tak ayal pasar Blambangan pagi itu menjadi meriah dengan hadirnya cucu Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Tidak sedikit pengunjung dan pedagang pasar yang mengajak Puti untuk berswa-foto.

Di Warung Mbak Noer dekat akses keluar Pasar Blambangan, Puti sempat ngobrol agak lama dengan beberapa orang. Kepada Puti, Mbak Noer mengatakan, bahwa hasil berjualan dari warungnya bisa menambah ekonomi keluarganya hingga saat ini.

“Tadi Mbak Noer menyampaikan, hasil jualannya lumayan untuk kebutuhan keluarga, seperti bisa untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan kebutuhan lainnya,” ungkap Puti.

Di Warung ini, Puti pun menikmati sarapan Nasi Tempong. Puti mengaku baru kali ini menikmati Nasi Tempong, kuliner khas Banyuwangi. Selama ini, dia sudah mendengar nasi Tempong atau oleh warga setempat disebut Sego Tempong.

Meski demikian, Puti belum pernah mencicipi menu nasi yang terdiri dari sepiring nasi panas, sayuran rebus plus gorengan tahu, tempe, ikan asin, dadar jagung, dan yang khas dinamakan Tempong karena ada sambal mentah super pedas. Sedangkan pilihan lauknya bisa berupa: ayam, empal, ikan laut, telur, aneka sea food, jeroan, pepes, botok tawon, lele, dan jeroan.

“Ternyata bener, pedesnya nggigit banget itu,” ujar Puti.

Terkait kondisi pasar yang dikunjunginya hari ini, Puti menyatakan bahwa pasar itu masih cukup baik sebagai pasar tradisional. Meski demikian, perlu dilakukan revitalisasi agar meski pun pasar tradisional, Pasar Blambangan tetap dapat membuat kerasan pembeli sehingga tetap berbelanja di pasar tersebut.

“Pasar tradisional saya dukung keberadaannya, harus dipertahankan. Meski sekarang makin banyak pasar moderen,” tegasnya.

Mempertahankan pasar tradisional, lata Puti, merupakan bagian dari komitmen ekonomi kerakyatan yang diusungnya berpasangan dengan Gus Ipul. Di pasar tradisional itulah, selain pusat ekonomi rakyat, masyarakat dari bermacam elemen dapat bertemu, berinteraksi merajut keberagaman dan toleransi. Terlebih, banyak pedagang dari kalangan ekonomi bawah yang menggantungkan ekonomi keluargnya dari berjualan di pasar tradisional.

“Disini mereka sudah ada yang berjualan puluhan tahun, bahkan turun temurun di Pasar Blambangan,” ungkap Puti menceritakan hasil orolannya dengan beberapa pedagang pasar.

Di akhir kunjungannya, Puti juga sempat mencicipi jajanan pasar bernama Gerontol, yakni jagung rebus yang diberi urap kelapa muda dan gula.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.