Pusat Kajian Halal dan Kapal Buatan ITS, Siap Bantu BPOM Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

Petrus - 20 January 2018
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dan Rektor ITS Joni Hermana usai penandatanganan nota kesepahaman di bidang pengawasan obat dan makanan (foto : Humas ITS)

SR, Surabaya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, untuk membantu meningkatkan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di Indonesia. Termasuk dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“BPOM terus menjalin kemitraan dengan berbagai instansi masyarakat, salah satunya adalah perguruan tinggi yang menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan teknologi,” kata Penny Kusumastuti Lukito, Kepala BPOM RI.

Melalui kerja sama dengan ITS, nantinya hasil penelitian yang dikembangkan ilmuwan ITS akan digunakan untuk membantu BPOM dalam meningkatkan kinerjanya.

“Salah satunya di ITS terdapat Pusat Kajian Halal, ini menarik bagi kami,” ujar Penny.

Selain itu, saat ini ITS juga sedang membuat dan mengembangkan kapal yang siap membantu BPOM dalam menjalankan tugasnya di seluruh wilayah Indonesia, terutama untuk mengantisipasi adanya barang illegal, atau tidak memiliki jaminan keamanan bagi masyarakat.

“Kapal yang dikembangkan oleh ITS ini, nantinya digunakan membantu dalam mengawasi pengiriman obat dan makanan di daerah perbatasan,” terang Penny.

Sementara itu, Rektor ITS, Joni Hermana mengatakan, kerjasama dengan BPOM ini merupakan hal yang baik, dan berhubungan erat dengan keberadaan Pusat Kajian Halal di ITS. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, status kehalalan makanan perlu kejelasan.

“Jika dibandingkan dengan Turki, harga obat di Indonesia bisa tiga kali lipat lebih mahal, dikarenakan terlalu banyak agen yang dilewati sebelum jatuh ke tangan konsumen terakhir,” kata Joni Hermana.

Selain dengan ITS, penandatangan kerjasama oleh BPOM juga dilakukan dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kerjasama BPOM dengan UKWMS ini mencakup pengembangan bahan-bahan yang digunakan dalam industri dan produksi, termasuk obat-obatan tradisional.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.