Puluhan Warga Gelar Aksi Minta KPK Mengusut Dugaan Korupsi di Pemkab Ponorogo

Petrus - 12 July 2018
Aksi warga mendesak KPK mengusut kasus dugaan korupsi di Pemkab Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Puluhan warga mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang berada di Jalan Alun-alun Utara. Warga melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak KPK mengusut kasus korupsi yang terjadi di Ponorogo. Sebelum melakukan aksi di kantor Pemkab Ponorogo, massa juga mendatangi kantor Dinas Pertanian untuk menyuarakan aspirasinya, meski tidak mendapat tanggapan.

Warga menyampaikan beberapa kasus yang ada di Ponorogo, untuk segera diusut dan dituntaskan oleh aparat penegak hukum, diantaranya terkait kasus pupuk cair yang diduga terdapat penyelewengan dana. Selain itu, juga mengenai dana Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) yang diduga terjadi penyalahgunaan.

“Untuk pencairan BKSM, sekolah membuat proposal pengajuan ke Dinas Pendidikan dengan syarat yang dimintakan bantuan ini anak-anak yang betul-betul tidak mampu, tidak seperti sekarang ini,” kata Koordinator aksi, Sutiyas Hadi Riyanto, Kamis (12/7/2018).

Sutiyas mengatakan, Pemkab Ponorogo membuat data fiktif terkait BKSM karena mendata hampir seluruh siswa di Ponorogo miskin, yang digunakan untuk anggaran membeli baju seragam siswa. Meskipun telah ada Peraturan Bupati (Perbup) No. 49 Tahun 2017 tentang Pelestarian Budaya Khas Ponorogo untuk mewajibkan pelajar, pengajar dan PNS memakai batik buatan pengrajin.

“Ini sudah struktural, langsung dianggarkan untuk pembelian seragam, walaupun itu dibenarkan oleh Perbup, perbupnya ini rencana untuk korupsi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menuntut agar bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Pemkab Ponorogo segera memberhentikan Kepala Desa yang terkait kasus asusila. Selain itu juga menuntut penyelesaian kasus pasar stasiun yang hingga kini masih terkatung-katung, sehingga pedagang tidak dapat berjualan dengan tenang.

“Ini bentuk keprihatinan kami agar kasus-kasus seperti ini segera mendapat perhatian Bapak Bupati, dan KPK tidak buta dan tuli untuk segera mengusut kasus korupsi di Ponorogo.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.